INTELIJENNEWS, ACEH BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya intensitas hujan di wilayah pemukiman dan hulu sungai yang berpotensi menimbulkan banjir. Kondisi ini dapat memicu meluapnya aliran sungai dan menggenangi rumah warga, terutama di kawasan dataran rendah.
Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menyampaikan kepada awak media pada Senin (24/11/2025) bahwa masyarakat di daerah rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kami mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk selalu waspada. Intensitas hujan di kawasan hulu cukup tinggi dan berpotensi menyebabkan luapan sungai. Kewaspadaan perlu ditingkatkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Teuku Ronal.
Beliau menekankan agar warga segera mengamankan barang-barang berharga, terutama perangkat elektronik dan instalasi listrik, yang dapat menimbulkan bahaya apabila terendam air. BPBD juga mencatat sejumlah daerah berpotensi terdampak, antara lain Desa Napai (Woyla Timur), Desa Leuhan (Johan Pahlawan), Desa Pasi Mesjid (Meureubo), serta desa-desa lain di sekitar aliran sungai.
Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat pada Rabu, 26 November 2025 telah mengakibatkan banjir di dua kecamatan, yakni Sungai Mas dan Woyla. Ketinggian air mencapai ±130 cm (sedada orang dewasa), merendam rumah warga dan fasilitas umum.
– Lokasi terdampak: Desa Kajeng, Geudong, Lancong, dan Tungkop.
– Jumlah terdampak: 33 KK di Desa Geudong telah mengungsi.
– Dampak: Rumah warga, akses jalan, dan kantor camat terendam banjir.
– Kondisi terkini: Debit air DAS Krueng Woyla dan Meureubo terus meningkat.
Plt Kalaksa BPBD Aceh Barat, Ronald Nehdiansyah, menegaskan:
Ketinggian air rata-rata rumah dan fasilitas umum di dua kecamatan tersebut sudah terendam banjir bahkan ada yang mencapai satu meter. Kami terus melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi kejadian.
Selain merendam rumah warga, sebuah kapal pengeruk emas di aliran Sungai Woyla dan Sungai Mas ikut terseret arus deras. Video kejadian tersebut viral di berbagai platform media sosial.
BPBD Kabupaten Aceh Barat bersama unsur terkait telah melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan:
– Pemantauan debit sungai dan lokasi rawan longsor.
– Koordinasi dengan para keuchik di desa terdampak.
– Pendataan dampak material dan korban terdampak.
– Evakuasi warga di Kecamatan Sungai Mas.
– Pembukaan dapur umum oleh masyarakat di Desa Geudong.
Unsur terlibat: BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk:
– Tetap waspada terhadap potensi luapan sungai.
– Mengamankan barang berharga dan instalasi listrik.
– Memantau informasi cuaca dan arahan petugas di lapangan.
– Bersinergi dengan pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan.
Dengan meningkatnya curah hujan akhir-akhir ini, BPBD Aceh Barat menegaskan komitmen untuk terus melakukan pemantauan, pendataan, dan evakuasi demi meminimalisir risiko serta kerugian. Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, dan mendukung upaya bersama dalam menghadapi bencana banjir.
Tim Intelijennews.