Maluku. Intelijennews.com – Sabtu, 9/5/2026, Tanimbar pecah jadi dua frekuensi. Di Seira Blawat, frekuensinya Dung,Tak,Dung, Tak, bunyi tifa mengiringi Tarian adat khas Tanimbar sambut Mercy Chriesty Barends sementara di Saumlaki, frekuensinya Krek, Krek, Krek bunyi mesin hitung di ruang ber-AC tempat beberapa politisi sementara berdiskusi,
Di halaman SMP Negeri 1 Wermaktian tifa ditabuh bukan buat panggung hiburan, Ditabuh karena Mercy duduk bersama siswa bagi buku ke para siswa, Setiap buku jatuh ke tangan siswa ibarat tangan diatas tifa, dung satu buku, dung satu pena, dung, satu pelukan,
Di Saumlaki Mesin Hitung Bunyi Karena RAB Dibagi
Di Saumlaki biasanya ada ruangan dewan yang adem, bukan karena wibawa, Tapi karena AC 2 PK di dalam krek krek, krek mesin hitung bunyi nonstop.
“Yang dihitung bukan jumlah siswa putus sekolah, Tapi jumlah nol di belakang angka RAB, Yang masuk bukan guru, tapi orang bawa map bertuliskan “Penawaran” yang dibagi bukan buku tapi “bagian”.
Kelmanutu ,Tifa Itu Suara Rakyat Mesin Hitung Itu Suara Kalkulator
Ketua DPC PDIP KKT Jidon Kelmanutu yang ikut dengar tifa di Seira kasih rumus.
“Gampang, Kalau politisi datang, tifa bunyi, berarti dia urus rakyat, kalau politisi datang, mesin hitung bunyi, berarti dia urus kalkulator, Tifa itu suara hati, mesin hitung itu suara isi hati,” sindir Jidon
Saya Lebih Takut Tifa Diam Dari KPK Datang
Werembinan ditanya pilih mana, disambut tifa atau disambut tepuk tangan, jawabnya
“Saya lebih takut kalau tifa tidak bunyi, Artinya rakyat kecewa Kalau mesin hitung bunyi terus di sekitar saya, itu lebih serem, artinya saya dekat ya, tau sendirilah, ucapnya.
“Tifa bunyi itu doa, mesin hitung bunyi terus itu, waspada, Bisa-bisa yang bunyi berikutnya borgol” tutup Werembinan sambil tersenyum tipis
JCS