INTELIJENNEWS, ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dalam rangka mewujudkan Kota Meulaboh yang bebas dari sampah, penyakit, dan potensi banjir akibat cuaca yang tidak stabil, DLH melaksanakan kegiatan pembersihan intensif di sejumlah titik rawan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat, Bukhari, ST, saat dikonfirmasi oleh Tim Intelijennews melalui WhatsApp, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rutinitas kerja DLH yang ditingkatkan secara strategis. “Kami ingin memastikan Meulaboh terbebas dari tumpukan sampah yang menjadi sarang jentik nyamuk dan penyebab banjir. Cuaca saat ini tidak menentu, maka pencegahan harus dilakukan sejak dini,” ujar Bukhari.
Pembersihan TPS Liar dan Pengangkutan Sampah, pada hari ini, DLH bersama BPBD telah menyelesaikan pembersihan TPS liar di Jalan Blang Pulo, Gampong Suak Ujong Kalak. Sebanyak tujuh truk sampah berhasil diangkut hingga pukul 17.30 WIB. Kegiatan ini dilakukan secara terpadu dan tuntas.
Pada malam harinya, Kepala DLH turun langsung ke lapangan untuk memantau armada pengangkut sampah di Jalan Cut Mutia, Babussalam, Gampong Ujong Baroh. Lokasi ini sempat mengalami keterlambatan pengangkutan selama beberapa hari. Dengan pengawasan langsung dari Kadis, seluruh sampah berhasil diangkut ke TPA malam ini.
Kepemimpinan Teladan: Turun Langsung ke Lapangan. Kehadiran langsung Kepala DLH di lapangan bukan sekadar simbolik. Ini adalah bukti nyata bahwa kepemimpinan tidak hanya dilakukan dari balik meja, tetapi melalui aksi langsung. Di tengah masa menjelang pensiun, Bukhari tetap menunjukkan dedikasi penuh, bekerja dengan tulus dan ikhlas demi kemajuan Aceh Barat.
“Beliau tidak mencari pujian atau jabatan. Yang beliau tunjukkan adalah kerja nyata, bukan teori. Ini menjadi teladan bagi seluruh jajaran DLH,” ungkap salah satu anggota tim lapangan.
Berdasarkan survei dan data lapangan yang dihimpun oleh Tim Intelijennews, DLH telah bekerja secara maksimal. Jika masih terdapat sampah yang belum terangkut, hal tersebut merupakan tanggung jawab pengawas persampahan dan armada, bukan semata-mata kesalahan Kepala Dinas.
DLH mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan memahami mekanisme kerja yang berlaku. Koordinasi dari tingkat bawah sangat penting sebelum menyampaikan keluhan. Jika sudah disampaikan kepada pihak yang berwenang namun tidak ditindaklanjuti, barulah evaluasi dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
Mari bersama-sama menjaga lingkungan, menghargai kerja keras petugas, dan membangun budaya saling menghormati. Ini bukan opini, melainkan fakta di lapangan.
Tim Intelijennews.