INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menerima kunjungan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dwi Purwanto, dalam rangka peninjauan langsung terhadap dua proyek strategis nasional: Irigasi Lhok Guci dan Kolam Retensi Ujong Kalak. Kunjungan ini didampingi langsung oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, Wakil Bupati Said Fadheil, dan Sekretaris Daerah Dr. Kurdi.
Dalam pernyataan resminya, Bupati Tarmizi menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Dirjen SDA yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Aceh Barat. “Alhamdulillah, hari ini doa rakyat Aceh Barat terkabul. Pak Dirjen hadir dan melihat langsung kondisi Irigasi Lhok Guci dan Kolam Retensi. Ini adalah langkah penting menuju kesejahteraan masyarakat,” ujar Tarmizi.
Irigasi Lhok Guci, yang membutuhkan anggaran sebesar Rp2,5 triliun untuk penyelesaian total, diproyeksikan akan mengairi lebih dari 12.000 hektar lahan pertanian di delapan kecamatan. “Jika irigasi ini tuntas, maka ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Aceh Barat akan meningkat signifikan,” tegas Bupati.
Dirjen SDA telah meninjau langsung kondisi lapangan dan menyampaikan komitmen bertahap dalam penganggaran. Tahun ini, alokasi sebesar Rp88 miliar telah disiapkan. Pada tahun 2026–2027, direncanakan dukungan untuk pengairan 1.100 hektar lahan, dan pada tahun 2028 akan ditingkatkan hingga 4.000 hektar dengan total anggaran mencapai Rp1 triliun.
Terkait pembangunan Kolam Retensi di Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Dirjen SDA menyarankan dilakukan review desain dan akan menurunkan tim teknis khusus untuk menilai kelayakan dan efektivitas proyek. Kolam retensi ini dirancang tidak hanya sebagai solusi pengendalian banjir, tetapi juga sebagai potensi destinasi wisata baru di Aceh Barat.
“Beliau menyarankan kami untuk belajar dari kolam retensi yang telah dibangun di Yogyakarta. Insyaallah kami akan segera melakukan studi banding ke sana. Jika proyek ini berhasil, maka Aceh Barat akan memiliki infrastruktur multifungsi yang bermanfaat bagi lingkungan dan ekonomi lokal,” tutup Tarmizi.
Kunjungan ini menandai komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur air yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan ketahanan lingkungan di Aceh Barat.
Tim Intelijennews.