DLH Kota Makassar Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Maggot, Pemerintah Kelurahan dan Tokoh Masyarakat Laikang Siap Wujudkan Lingkungan Bersih Berkelanjutan

DLH Kota Makassar Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Maggot, Pemerintah Kelurahan dan Tokoh Masyarakat Laikang Siap Wujudkan Lingkungan Bersih Berkelanjutan

Makassar,Intelijen News – Komitmen membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan terus diperkuat melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi yang dilaksanakan di lokasi budidaya maggot, Jalan Tator 7 Blok H Nomor 365, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya,(01/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, pemerintah kelurahan, serta para ketua RT dan RW dalam mengembangkan pengelolaan sampah organik berbasis maggot sebagai solusi nyata mengatasi persoalan sampah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Andi Nurdiansyah selaku Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar.

Dalam kesempatan itu,ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, budidaya maggot merupakan inovasi yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni mengurangi volume sampah organik dan menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui hasil budidaya yang bermanfaat sebagai pakan ternak dan pupuk organik.

Turut mendampingi, Andi Sultan dan Siti Indriati Idris selaku Penyuluh Persampahan Zona 03 DLH Kota Makassar.

Keduanya menyampaikan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah dari sumbernya.

Mereka menjelaskan bahwa keberhasilan program budidaya maggot sangat bergantung pada kedisiplinan warga dalam memisahkan sampah organik dan anorganik.

Penyuluhan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi.

Dari Pemerintah Kelurahan Laikang hadir Ariani Ahmad, selaku Kasi Kebersihan dan Ketertiban (KTR).

Ia menyampaikan apresiasi terhadap hadirnya budidaya maggot di wilayah Kelurahan Laikang karena dinilai mampu membantu pemerintah dalam mengurangi timbunan sampah yang selama ini menjadi tantangan di tingkat lingkungan.

Ariani berharap program ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya.

Sementara itu,Adrianti Parante, selaku Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Laikang, menilai budidaya maggot memiliki potensi besar dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, selain memberikan manfaat bagi lingkungan, usaha ini juga mampu membuka peluang usaha baru bagi warga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dukungan penuh juga disampaikan Andi Muh. Rusli Yunus, selaku Ketua RW 02, yang hadir bersama istrinya.

Ia menyatakan kesiapan jajaran RW untuk mendukung seluruh program pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta mengajak seluruh Ketua RT agar aktif mengedukasi warga dalam memilah sampah rumah tangga demi keberhasilan budidaya maggot di lingkungan mereka.

Semangat yang sama turut ditunjukkan oleh Hartuti, selaku Ketua RT 03, yang menilai program ini sangat bermanfaat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Ia berkomitmen mengajak warganya untuk mulai membiasakan pemilahan sampah organik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Mansur, selaku Ketua RT 01, menyampaikan bahwa budidaya maggot merupakan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat karena mampu mengubah sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Ia berharap warga RT 01 dapat berpartisipasi aktif dalam memilah sampah dari rumah masing-masing serta mendukung program ini agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah dimulai dari kesadaran setiap keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungannya.

Hal senada juga disampaikan Mawaruddin, Ketua RT 02, yang mengungkapkan bahwa keberadaan budidaya maggot merupakan inovasi yang patut didukung karena mampu mengurangi sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan pendapatan keluarga.


Sementara itu, Handayani, selaku Ibu RT 04, mengajak seluruh warga, khususnya ibu rumah tangga, agar berperan aktif dalam mengelola sampah organik sejak dari rumah.

Menurutnya, perubahan besar dalam menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap keluarga.

Melalui silaturahmi ini, seluruh pihak sepakat memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot.

Sinergi antara DLH Kota Makassar, Pemerintah Kelurahan Laikang, para Ketua RW, Ketua RT, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, serta berkelanjutan.

Budidaya maggot kini tidak hanya dipandang sebagai solusi pengurangan sampah organik, tetapi juga sebagai gerakan bersama yang mampu mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi.

Dengan kolaborasi yang kuat, Kelurahan Laikang diharapkan menjadi salah satu kawasan percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Makassar.

( Tim Redaksi )

Tinggalkan Balasan