DLHK Aceh Barat Terapkan Retribusi Sampah di Arena PKAB: Langkah Nyata Menuju Adipura Buana.

DLHK Aceh Barat Terapkan Retribusi Sampah di Arena PKAB: Langkah Nyata Menuju Adipura Buana.

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat mulai menerjunkan tim khusus untuk pengutipan retribusi sampah kepada seluruh pelaku UMKM, pemilik stand kuliner, pedagang, dan wahana permainan anak-anak di arena Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) dan Perayaan HUT Meulaboh.

Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Kepala DLH Aceh Barat, Bukhari,ST sebagai respons atas tingginya volume sampah yang dihasilkan selama berlangsungnya kegiatan. Tim pengutip retribusi juga didampingi oleh unsur pengawasan dan publikasi nasional untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Produksi Sampah Capai 7,5 Ton per Hari. DLH mencatat bahwa selama PKAB berlangsung, produksi sampah mencapai rata-rata 7,5 ton per hari, dengan dominasi sampah anorganik seperti plastik, serta sampah organik berupa sisa makanan. Dalam dua hari saja, total sampah yang diangkut diperkirakan mencapai 15 ton.

Setiap hari, DLH mengerahkan dua truk dan dua pickup untuk mengangkut sampah dari lokasi acara. Meski belum diberlakukan sistem pemilahan sampah secara menyeluruh karena keterbatasan fasilitas, beberapa stand instansi pemerintahan telah menerapkan pemilahan mandiri dengan tempat sampah terpilah.

Retribusi Sampah: Rp5.000 per Stand, mulai hari ini, Senin, 13 Oktober 2025, DLH resmi memberlakukan retribusi sampah sebesar Rp5.000 kepada setiap pelaku UMKM dan pemilik stand di lokasi PKAB. Retribusi ini berlaku sejak hari pertama pembukaan acara dan bertujuan untuk mendukung operasional kebersihan serta mencegah penumpukan sampah.

“Kami mengerahkan seluruh armada dan petugas kebersihan agar sampah tidak menumpuk terlalu lama,” ujar Bukhari. “Kegiatan besar seperti HUT dan PKAB seharusnya tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga lingkungan.”

Imbauan untuk Pengunjung.DLH juga mengimbau seluruh pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan dan mulai membiasakan memilah sampah organik dan anorganik. Upaya ini sejalan dengan target Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk meraih penghargaan Adipura Buana, sebagai simbol komitmen terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan