Dua Dekade Tertunda: Irigasi Lhok Guci Masih Menanti Janji Negara

 

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT : Proyek Strategis Nasional (PSN) Irigasi Lhok Guci di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, kembali menjadi sorotan. Meski telah melewati empat masa kepemimpinan Presiden Republik Indonesia dari Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga kini Presiden Prabowo Subianto proyek vital ini belum mencapai garis akhir.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Dr.Kurdi, menyampaikan bahwa pembangunan irigasi tersebut masih membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun, di luar dana Rp 850 miliar yang telah dikucurkan sejak proyek dimulai, untuk penyelesaian yang menyeluruh dan fungsional, kita masih butuh dana Rp 2,5 triliun lagi,” ujar Dr Kurdi saat mendampingi kunjungan kerja Anggota DPD RI Sudirman, saat ke lokasi proyek.

 

Dirancang untuk mengairi lebih dari 12.000 hektare lahan persawahan, Irigasi Lhok Guci digadang-gadang sebagai tulang punggung swasembada pangan di Aceh Barat. Dr Kurdi menegaskan bahwa dukungan pusat terhadap pembebasan lahan dan percepatan konstruksi amat mendesak.

 

Kepala Dinas Pertanahan, Darwis, memastikan bahwa urusan lahan kini telah melalui prosedur dan kesepakatan. Namun, tanpa dorongan anggaran dari pemerintah pusat, pembangunan fisik akan kembali terhambat, permasalahan bukan lagi di masyarakat atau harga tanah. Yang kita butuhkan sekarang adalah komitmen pusat,” tegasnya.

 

Mengapresiasi komitmen dari Haji Sudirman, masyarakat Aceh Barat berharap agar proyek yang telah menjadi mimpi selama dua dekade itu segera direalisasikan. Menurut Sudirman, Irigasi Lhok Guci harus menjadi prioritas, karena manfaatnya langsung menyentuh sektor pertanian dan ketahanan pangan lokal, sudah terlalu lama proyek ini berjalan tanpa kejelasan akhir. Kita akan dorong pemerintah pusat agar segera menuntaskan pembangunan demi kepentingan rakyat Aceh Barat,” katanya.

 

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan