Empat Kebutuhan Dasar Warga Sulsel Tertekan Bersamaan: BBM, Listrik, Air Bersih dan LPG 3 Kg Jadi Sorotan ‎

Empat Kebutuhan Dasar Warga Sulsel Tertekan Bersamaan: BBM, Listrik, Air Bersih dan LPG 3 Kg Jadi Sorotan ‎

Makassar,Intelijen News — Ada yang sedang tidak beres dengan urusan kebutuhan dasar masyarakat di Sulawesi Selatan,Ketika warga harus mengantre berjam-jam mencari solar, menghadapi pemadaman listrik, berburu air bersih akibat kekeringan, hingga berkeliling dari toko ke toko demi mendapatkan LPG 3 kilogram, publik tentu berhak bertanya: sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan sistem pasokan kebutuhan dasar di Sulsel?
‎Empat kebutuhan vital masyarakat,BBM, listrik, air bersih dan LPG 3 kg,kini sama-sama menjadi sorotan,Bukan satu masalah,Empat masalah datang bersamaan,Dan masyarakat berada di garis paling depan untuk menanggung dampaknya.


LPG 3 KG: WARGA BERKELILING, TABUNG MELON MENGHILANG


Di Makassar, keluhan mengenai sulitnya mendapatkan LPG 3 kg mulai terdengar,Majid, warga Toddopuli, mengaku harus berkeliling mencari LPG untuk kebutuhan rumah tangga,Tidak tanggung-tanggung, sekitar 10 toko di kawasan Batua Raya didatanginya.

‎Hasilnya?Kosong,Kemarin saya disuruh keluar cari tabung gas. Ada sekitar 10 toko saya datangi di Batua Raya, itu semua kosong,” kata Majid, Senin (7/9/2026).

Pencarian kemudian dilanjutkan ke kawasan Toddopuli Raya hingga Jalan Meranti. Di sanalah LPG 3 kg akhirnya diperoleh dengan harga Rp22 ribu per tabung,Harga mungkin masih normal.

‎Tetapi ketersediaannya yang menjadi persoalan,Pertanyaannya sederhana: mengapa warga harus berkeliling ke begitu banyak tempat hanya untuk mendapatkan bahan bakar memasak?

Keluhan bahkan muncul di Kabupaten Pinrang,Warga Kecamatan Suppa mengaku sempat melihat pasokan LPG masuk ke pangkalan. Namun sehari kemudian, stok disebut telah habis,Yusra mengaku sudah sekitar satu pekan kesulitan memperoleh LPG 3 kg.

Lebih jauh, ia mempertanyakan pola distribusi setelah mengaku melihat tabung secara fisik masih berada di pangkalan, tetapi disebut sudah dicadangkan untuk pembeli tertentu,Jika keluhan ini benar terjadi, mekanisme distribusi LPG bersubsidi patut dibuka dan diawasi secara serius.

Sebab LPG 3 kg bukan barang mewah Ini bahan bakar yang menyangkut dapur masyarakat.

‎SOLAR LANGKA, ANTREAN MENGULAR

‎Belum selesai urusan LPG, masyarakat juga masih menghadapi persoalan solar,Di sejumlah SPBU Makassar, antrean kendaraan untuk mendapatkan solar dilaporkan terjadi dalam sebulan terakhir,Antrean disebut terjadi antara lain di kawasan Antang Raya, Pettarani dan Perintis Kemerdekaan.

Dampaknya tidak berhenti pada pengendara,Di Maros, distribusi air bersih sempat terganggu karena kendaraan pengangkut air harus menghadapi antrean solar,Di titik ini, persoalannya semakin serius.

‎Jika kendaraan pengangkut kebutuhan dasar ikut kesulitan mendapatkan BBM, maka gangguan pasokan sudah mulai merembet ke pelayanan masyarakat.

‎LISTRIK PADAM, AKTIVITAS WARGA TERGANGGU

‎Di tengah persoalan BBM, listrik pun ikut menjadi sorotan,Pemadaman listrik bergilir dijadwalkan terjadi di sejumlah wilayah pelayanan ULP Panakkukang, Mattoanging, Daya dan Karebosi,Rumah tangga terganggu.

Pelaku usaha terdampak,Aktivitas masyarakat kembali harus menyesuaikan dengan jadwal padam dan menyala,Ketika listrik bermasalah di saat warga juga sedang menghadapi persoalan air dan bahan bakar, tekanan terhadap masyarakat semakin terasa.

‎47.320 JIWA TERDAMPAK KEKERINGAN

Persoalan paling menyentuh kebutuhan dasar manusia adalah air,BPBD Kota Makassar mencatat 47.320 jiwa terdampak kekeringan, tersebar di enam kecamatan dan 27 kelurahan,Puluhan ribu warga berhadapan dengan persoalan air bersih ketika kondisi kekeringan terus memberikan tekanan.

Di sisi lain, distribusi air membutuhkan kendaraan operasional,Dan kendaraan membutuhkan BBM,Masalah air akhirnya bertemu dengan masalah solar,Inilah gambaran bagaimana satu gangguan pasokan dapat menciptakan efek berantai terhadap kebutuhan masyarakat.

PUBLIK BERHAK MENDAPAT JAWABAN

Situasi ini tidak boleh berhenti pada berita antrean, keluhan warga dan pernyataan bahwa kondisi masih dalam pengawasan,Publik membutuhkan jawaban dan tindakan konkret.

Di mana titik persoalannya?

Apakah pasokan berkurang?

Apakah distribusi tersendat?


Apakah pengawasan di tingkat pangkalan perlu diperketat?

‎Mengapa warga harus berkeliling mencari LPG?

‎Mengapa antrean solar terjadi di sejumlah titik,Dan bagaimana pemerintah memastikan distribusi air bersih tidak ikut terganggu akibat persoalan BBM?

‎Pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban dari pihak yang memiliki kewenangan,Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban dari persoalan yang seharusnya bisa dicegah dan diantisipasi.

BBM menyangkut mobilitas.
Listrik menyangkut aktivitas.
Air menyangkut kehidupan.
LPG menyangkut dapur masyarakat.

‎Jika keempatnya sama-sama tertekan dalam waktu bersamaan, maka alarmnya sudah berbunyi

‎( Rahmat jafar,SE )

Tinggalkan Balasan