MAMUJU, Intelijennews.com., – Gejolak penolakan terhadap tambang pasir di wilayah Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, terus berlanjut. Ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Karossa bersama mahasiswa kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jumat (9/5), menuntut penghentian tambang yang dianggap merusak lingkungan dan mengancam kehidupan warga.
Menanggapi potensi gangguan keamanan, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) mengambil langkah cepat dengan memperketat pengamanan. Ratusan personel gabungan dari Polda Sulbar dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dikerahkan ke lokasi aksi serta titik-titik akses menuju pusat pemerintahan.
Kepala Biro Operasi Polda Sulbar, Kombes Pol I Nyoman Artana, memimpin langsung jalannya pengamanan. Ia menegaskan bahwa aparat keamanan hadir untuk memastikan aksi berjalan damai dan tertib, serta mencegah segala bentuk tindakan yang dapat memicu kericuhan.
“Kami mendukung masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, namun tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban. Kami tidak akan mentolerir tindakan anarkis,” ujarnya.
Polda Sulbar juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait guna mengantisipasi berbagai kemungkinan. Penjagaan diperkuat di sekitar kantor gubernur sebagai titik utama aksi, serta di jalur-jalur masuk menuju lokasi demonstrasi.
Aksi ini merupakan lanjutan dari gelombang protes warga Karossa yang menuntut penghentian aktivitas tambang pasir yang dituding beroperasi tanpa kejelasan izin dan telah menyebabkan kerusakan lingkungan, termasuk pencemaran sungai dan rusaknya lahan pertanian.
Situasi hingga sore hari terpantau kondusif, namun aparat tetap bersiaga penuh. Massa menyatakan akan terus melakukan tekanan hingga pemerintah merespons tuntutan mereka secara terbuka dan bertanggung jawab.
Sumber: Humas Polda Sulbar / Ans.