MAUMERE, NTT,Intelijen News — Pagi yang semula berjalan normal berubah menjadi kepanikan. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.58.23 WITA.
Guncangan kuat tersebut tidak hanya membuat warga berhamburan menyelamatkan diri. Ruang tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, dilaporkan roboh setelah diguncang gempa.
Video dokumentasi warga yang beredar memperlihatkan kondisi bangunan pelabuhan yang terdampak. Situasi tersebut menambah kepanikan masyarakat, terutama warga yang berada di kawasan pesisir.
Yang membuat situasi semakin genting, gempa tersebut juga memicu peringatan potensi tsunami.
TSUNAMI TERDETEKSI DI LABUAN BAJO
Tak lama setelah gempa utama, tsunami dilaporkan telah terdeteksi di Labuan Bajo dengan ketinggian sekitar 36 sentimeter.
Angka tersebut mungkin terlihat tidak besar, namun kemunculan gelombang tsunami setelah gempa kuat menjadi peringatan serius bagi masyarakat di kawasan pesisir.
Warga pesisir disebut telah bergerak melakukan evakuasi menuju tempat yang lebih aman ketika gempa utama terjadi.
Ancaman belum boleh dianggap selesai.
Potensi tsunami masih berlaku selama beberapa jam setelah gempa. Masyarakat yang berada di kawasan pantai diminta tidak mendekati garis pantai, tidak menunggu air laut surut, serta mengikuti arahan petugas dan informasi resmi BMKG.
PUSAT GEMPA BERADA DI LAUT DAN RELATIF DANGKAL
Berdasarkan informasi BMKG, gempa tercatat pada koordinat 8,36° LS dan 121,38° BT, sekitar 100 kilometer barat laut Maumere, NTT, dengan kedalaman hanya 10 kilometer.
Lokasi pusat gempa dan kedalamannya menjadi perhatian karena gempa terjadi di wilayah laut dan tergolong dangkal.
Guncangan kuat kemudian dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Dampak terhadap fasilitas publik di Maumere menjadi salah satu indikasi kuatnya guncangan yang terjadi.
WARGA DIMINTA JANGAN TERJEBAK PANIK, TAPI JANGAN LENGAH
Dalam situasi seperti ini, kepanikan dapat memperburuk keadaan. Namun menganggap remeh ancaman tsunami juga sangat berbahaya.
Warga yang sudah melakukan evakuasi diminta tetap bertahan di lokasi aman sampai ada informasi resmi bahwa ancaman tsunami telah berakhir.
Jangan kembali ke pantai hanya karena kondisi laut terlihat normal.
Jangan pula mempercayai pesan berantai yang sumbernya tidak jelas.
Masyarakat diminta mengutamakan informasi resmi dari BMKG, BPBD, pemerintah daerah, dan petugas di lapangan.
KONDISI MASIH DIPANTAU
Hingga informasi ini disusun, perkembangan dampak gempa dan kondisi di sejumlah wilayah masih dalam pemantauan.
Kerusakan bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere menjadi perhatian, sementara deteksi tsunami di Labuan Bajo menunjukkan bahwa kewaspadaan masyarakat pesisir masih sangat diperlukan.
Gempa M7,7 bukan sekadar guncangan biasa. Dengan potensi tsunami yang masih berlaku, beberapa jam ke depan menjadi periode penting untuk tetap waspada.
Masyarakat diminta tidak mendekati pantai, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, serta mengikuti instruksi evakuasi apabila kembali dikeluarkan oleh petugas.
DATA GEMPA BMKG
Magnitudo: 7,7
Waktu: 15 Agustus 2026, 05.58.23 WITA
Lokasi: 8,36° LS – 121,38° BT
Jarak: sekitar 100 km barat laut Maumere, NTT
Kedalaman: 10 km
Status: Berpotensi tsunami
Tsunami terdeteksi: Labuan Bajo, sekitar 36 cm
( Tim Redaksi )