INTELIJENNEWS, ACEH BARAT – Harga beras di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan informasi dari sejumlah pedagang, harga jual beras premium kini mencapai Rp250.000 per karung berisi 15 kilogram, meningkat dari sebelumnya Rp220.000–Rp230.000. Sementara itu, beras jenis medium juga turut mengalami kenaikan harga dari Rp170.000–Rp180.000 menjadi Rp223.000 per karung.
Menurut Irfan, salah satu pedagang beras di kawasan tersebut, kenaikan harga dipicu oleh sulitnya memperoleh bahan baku gabah dari petani. “Pemilik kilang padi kesulitan mendapatkan gabah, sehingga harga tebus dari kilang naik, dan pedagang pun terpaksa menjual dengan harga tinggi,” ujarnya pada Kamis, 24 Juli 2025.
Meskipun harga mengalami peningkatan, Irfan menuturkan bahwa permintaan terhadap beras premium dan medium di kalangan masyarakat masih relatif stabil.
Kenaikan harga ini mendapat sorotan dari warga. Mardi, salah seorang warga Meulaboh, menyampaikan keprihatinannya dan meminta pemerintah segera turun tangan. “Kenaikan harga beras sangat memberatkan masyarakat. Sebagai kebutuhan pokok utama, lonjakan harga ini tidak bisa dianggap sepele. Pemerintah harus mengambil langkah konkret agar harga kembali normal dan terjangkau,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Barat, drh Kamarlisnur, menjelaskan bahwa lonjakan harga beras komersial terutama terjadi akibat terbatasnya serapan gabah oleh pengusaha. Kondisi ini menyebabkan harga gabah meningkat dan berimbas pada harga beras di pasaran. Ia menyebut bahwa harga beras medium saat ini telah menyentuh Rp15.300 per kilogram, naik sekitar 16,7 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sebelumnya Rp13.100 per kilogram.
Sebagai respons atas situasi ini, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas RI) telah menugaskan Perum Bulog untuk segera mendistribusikan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai daerah, termasuk Meulaboh, dalam rangka menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Tim Intelijennews.