MAKASSAR,Intelijen News — Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kodaeral Tahun 2026 berlangsung meriah, megah, dan penuh nuansa kebangsaan. Ballroom Phinisi 1 Hotel Claro Makassar, Senin (10/8/2026), berubah menjadi panggung besar yang mempertemukan jajaran pimpinan TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga berbagai unsur strategis.
Puncak tasyakuran tersebut dipimpin Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., bersama Ketua Daerah Kodaeral VI GJK RI Ny. Upiek Andi Abdul Aziz. Turut hadir Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., Ketua Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Ny. Kiki Denih Hendrata, serta jajaran Dankodaeral se-Indonesia.
Kemegahan acara langsung terasa sejak awal. Para tamu disambut dengan tradisi Angngaru, yang kemudian dipadukan dengan penampilan tari modern Trondance, Tari Paraga, serta Tari 4 Etnis yang dibawakan siswi SMA Hang Tuah.
Namun, salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian adalah pertunjukan kolosal siswa sekolah dasar yang mengangkat kisah keteladanan I Fatimah Daeng Takontu, sosok perempuan pejuang dari Gowa yang dikenal sebagai putri Sultan Hasanuddin.
Penampilan tersebut sukses membangkitkan rasa bangga sekaligus mengundang tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan.
Bukan Sekadar Seremonial
Peringatan HUT Kodaeral 2026 tidak berhenti pada kemeriahan pertunjukan.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengingat kembali perjalanan sejarah dan pengabdian satuan-satuan Kodaeral.
Kilas balik sejarah terbentuknya masing-masing Kodaeral ditampilkan kepada para tamu, disusul pemutaran film animasi Story Kodaeral yang menggambarkan perjalanan dan nilai-nilai pengabdian dalam menjaga kepentingan maritim Indonesia.
Suasana semakin istimewa ketika ditayangkan video ucapan selamat dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) beserta jajaran pejabat teras TNI AL.
Ketua Panitia Penyelenggara, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menegaskan bahwa perayaan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan.
“Perayaan HUT Kodaeral Tahun 2026 ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat sinergitas, merawat warisan sejarah pertahanan maritim, serta mengobarkan semangat pengabdian seluruh prajurit bagi kejayaan Samudera Nusantara.”
Potong Tumpeng dan Penghargaan Prajurit Berprestasi
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang diwakili Sekda Pemprov Sulsel Drs. H. Jufri Rahman, M.Si.
Arahan strategis Pangkoarmada RI kemudian menjadi bagian penting dalam rangkaian tasyakuran.
Puncak simbolis perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Pangkoarmada RI yang didampingi para Pangkoarmada dan jajaran Dankodaeral.
Potongan tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Dankodaeral VI sebagai simbol kebersamaan, penghargaan, dan kesinambungan pengabdian.
Tak hanya itu, sejumlah prajurit berprestasi juga menerima penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka yang dinilai telah membawa nama baik satuan maupun bangsa.
Momen semakin membanggakan ketika Pangkoarmada RI menyapa langsung prajurit TNI AL dari Kodaeral I hingga Kodaeral XIV melalui Video Conference (Vicon).
Sinergi Besar dari Makassar untuk Indonesia
Kemegahan HUT Kodaeral 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Pangkoarmada I, II, dan III beserta jajaran, para Asisten Pangkoarmada RI, anggota Komisi I DPR RI, Ketua DPRD Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin, Pangkodau II, Kapolda Sulsel, perwakilan Kejati dan BNNP Sulsel, Pangdiv 3 Kostrad, Kabinda Sulsel, hingga Danlanud Sultan Hasanuddin.
Hadir pula unsur perguruan tinggi, perbankan, instansi maritim, serta jajaran Komandan KRI, di antaranya KRI Marlin-877, KRI Golok-688, KRI Nala-363, dan KRI Teluk Wondama-527.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah,Sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan turut hadir, di antaranya Wali Kota Makassar serta para bupati dari Selayar, Parepare, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Pinrang.
Kehadiran lintas institusi tersebut menjadi gambaran kuatnya kolaborasi antara TNI AL, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung kepentingan pertahanan serta menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Puncak HUT Kodaeral Tahun 2026 di Makassar pun ditutup dalam suasana penuh kebanggaan. Lebih dari sekadar perayaan bertambahnya usia satuan, momentum tersebut menjadi penegasan bahwa semangat pengabdian di laut harus terus menyala.