Maluku. Intelijennews.com – Tanah Tanimbar dikeruk, gas Masela disedot, miliaran rupiah CSR digembar – gemborkan untuk pendidikan tetapi di lapangan seperti kampus lokal gigit jari, bahkan proposal sekolah Tinggi Theologia Injili Makota Sion Saumlaki (STTIMASS) masuk ke meja INPEX Masela, Ltd, diterima langsung, lalu dibekukan tanpa jawaban.
Janji CSR, Realita Nol Besar
INPEX Masela Ltd sebagai operator Proyek Lapangan Gas Abadi selalu klaim fokus salurkan dana CSR pendidikan dan SDM di Maluku terutama wilayah terdampak. Kenyataan di Tanimbar bicara lain. Perguruan tinggi lokal justru tak tersentuh.
Pengajuan proposal dilakukan di kantor INPEX Masela, Ltd serta diterima secara langsung oleh pihak INPEX Masela, Ltd sendiri. Namun sampai saat ini belum menjawab, ucap Y. Ramsamangun, staf dosen STTIMASS, Kamis 17/4/2026.
Jangan Hanya Gali Kekayaan
Ramsamangun tak basa-basi, bukan lalu pihak INPEX Masela Ltd hanya menggali kekayaan dan membiarkan perguruan tinggi kelaparan, dana CSR bukan dana siluman, segera alokasikan untuk perguruan tinggi.
Menurutnya, CSR ke kampus bukan sedekah, dalam penerapan CSR pada institusi pendidikan tinggi dapat memberikan dampak positif pada masyarakat dan memperkuat keterlibatan serta meningkatkan hubungan antara kampus dengan lingkungan sekitar.bebernya
Tapi yang terjadi dana CSR diduga hanya mendarat di lembaga pendidikan tertentu sementara kampus lokal seperti STTIMASS dipinggirkan,jelasnya
Ultimatum Buka Data atau Hadapi Demo
STTIMASS beri peringatan terakhir, diharapkan kepada pihak INPEX Masela Ltd agar bersikap adil, apabila belum ada respon baik, maka pihak BEM STTIMASS akan menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut keterbukaan dan transparansi pengalokasian anggaran atau dana CSR terhadap Perguruan Tinggi, tegasnya
Gas dari perut bumi Tanimbar menghidupi proyek miliaran dolar Ironisnya kampus yang mencetak SDM Tanimbar justru dibiarkan kelaparan proposal,
Hingga berita ini diturunkan, manajemen INPEX Masela Ltd belum sempat diminta tanggapannya.
(JCS)