INTELIJENNEWS, ACEH BARAT – Pemrintah kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup kembali menyaksikan keteladanan luar biasa dari sosok Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH), Bukhari, ST. Dalam dua hari berturut-turut, beliau memimpin langsung aksi pembersihan lingkungan yang menunjukkan dedikasi tanpa kompromi terhadap tanggung jawab publik.
Malam tadi, Bukhari turun langsung ke lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasar Bina Usaha, memimpin pembersihan area yang selama ini luput dari perhatian. Pagi ini, gerakan berlanjut ke Pelabuhan Jeti Ujong Karang, titik strategis yang kerap menjadi korban penumpukan sampah laut.
Langkah ini bukan sekadar instruksi dari meja kerja. Bukhari hadir sebagai pemimpin yang menggembleng bawahan bukan dengan teguran, melainkan dengan teladan. Ia menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari pergerakan nyata, bukan dari sensasi atau retorika.
“Ini bukan permainan catur jabatan. Ini tamparan bagi siapa pun yang enggan memahami tugas dan tanggung jawabnya. Jika kita merasa punya tanggung jawab, jangan tunggu perintah. Bergeraklah,” tegas Bukhari di sela-sela aksi pembersihan.
Pelabuhan adalah wajah maritim Aceh Barat. Namun, wajah itu ternoda oleh perilaku oknum yang membuang sampah sembarangan ke laut. Laut memang menerima, tapi ia juga memuntahkan kembali ke bibir pantai. Sunset yang seharusnya indah, kini dibayangi oleh tumpukan limbah yang menyayat pandangan.
Dalam semangat kampanye lingkungan, puisi berikut menjadi refleksi bersama:
Laut… saksi bisu penderitaan alam.
Kini ia menangis… bukan karena badai, tapi karena kita.
Gelombang ombak, membawa sampah ke pantai.
Pantai yang indah, kini ternoda.
Ikan-ikan kecil, terjebak dalam limbah.
Mereka tak tahu… hidup mereka terancam.
Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya mengapresiasi, tetapi juga meneladani gerakan ini. Mari jaga laut kita. Mari jaga Aceh Barat.
Tim Intelijennews.