INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu, 17 September 2025. Berdasarkan laporan masyarakat dan pantauan aplikasi Sipongi serta Lancang Kuning, titik api terdeteksi di lima kecamatan: Johan Pahlawan, Meureubo, Arongan Lambalek, Woyla Barat, dan Samatiga.
Lokasi terdampak meliputi Gampong Suak Raya, Leuhan, Lapang – Ujong Beurasok, Ujong Tanoh Darat, Keub, Napai, dan Deuah. Total luas lahan terbakar diperkirakan mencapai ± 19,8 hektar.
BPBD Aceh Barat bersama unsur gabungan Damkar Regu I dan II Mako, Pos Damkar Meureubo dan Arongan Lambalek, TNI/Polri, RAPI, serta masyarakat bergerak cepat melakukan penyekatan dan pemadaman sejak hari pertama kejadian. Penanganan dilakukan secara bertahap di seluruh titik api, dengan dukungan sarana seperti armada D-Max, Triton, Panther Pick-Up, mesin Robin dan Kohler, serta drone pemantau.
Hingga Kamis, 25 September 2025, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa karhutla telah tertangani secara signifikan. Gampong Ujong Tanoh Darat dinyatakan 100% tertangani, sementara Suak Raya, Keub, Napai, Leuhan, Lapang, dan Deuah telah tertangani antara 70–80%. Meski tidak ada indikasi penjalaran api, asap masih terpantau di beberapa titik.
Penyebab karhutla masih dalam proses penyelidikan. BPBD Aceh Barat terus melakukan pemantauan dan pendataan melalui Pusdalops, serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
Himbauan Resmi BPBD Aceh Barat:
1. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
2. Hindari membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran.
3. Aparatur gampong dan tokoh masyarakat di wilayah rawan karhutla diminta aktif melakukan sosialisasi dan patroli bersama petugas BPBD.
4. BPBD dan tim gabungan siap siaga melakukan pemadaman cepat meski menghadapi medan dan cuaca yang sulit.
5. Kerja sama warga dan aparat sangat diharapkan untuk mencegah kebakaran sejak dini, mengingat potensi karhutla masih tinggi akibat musim kering.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat
Teuku Ronal Nehdiansyah, SP.
Tim Intelijennews.