Kasus HIV di Maros Bertambah, Kesadaran dan Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

 

IntelijenNews.Com, MAROS – Kasus HIV di Kabupaten Maros masih menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Maros mencatat sebanyak 17 kasus baru HIV ditemukan di berbagai wilayah.

Penambahan tersebut menambah jumlah kasus yang telah tercatat sejak tahun 2017 hingga 2025 sebanyak 149 kasus.

Saat ini, total terdapat 166 Orang Dengan HIV (ODHIV) yang menjalani terapi antiretroviral (ARV) sebagai upaya untuk menjaga kondisi kesehatan dan menekan perkembangan virus dalam tubuh.

Data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia produktif, yakni 20 hingga 40 tahun.

Sebagian besar kasus juga terdeteksi di wilayah perkotaan yang memiliki aktivitas dan mobilitas masyarakat cukup tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Maros menegaskan bahwa HIV masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama.

Selain pengobatan, upaya pencegahan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dinilai sangat penting untuk menekan angka penularan.

Faktor risiko yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan perilaku seksual berisiko dan penggunaan narkoba suntik.

Karena itu, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga perilaku hidup sehat dan menghindari aktivitas yang berpotensi meningkatkan risiko penularan HIV.

Hingga pertengahan tahun 2026, tiga pasien HIV dilaporkan meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, satu orang merupakan pasien lama, sedangkan dua lainnya merupakan pasien yang baru terdeteksi pada tahun ini.

Meski demikian, para tenaga kesehatan menegaskan bahwa HIV bukanlah akhir dari segalanya.

Dengan pengobatan yang rutin dan disiplin, ODHIV tetap dapat menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan beraktivitas seperti biasa.

Masyarakat juga diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam berkepanjangan, diare yang tidak kunjung sembuh, penurunan nafsu makan, atau penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas.

Selain deteksi dini, Dinas Kesehatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap ODHIV.

Dukungan keluarga, lingkungan, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang membantu keberhasilan pengobatan serta meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Pencegahan HIV bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi tanggung jawab bersama.

Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang seseorang untuk mendapatkan pengobatan dan menjalani hidup secara normal,” demikian pesan yang terus disampaikan dalam berbagai kegiatan edukasi kesehatan di Kabupaten Maros.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, deteksi dini yang lebih luas, serta kepatuhan menjalani pengobatan, diharapkan penyebaran HIV di Kabupaten Maros dapat ditekan dan kualitas hidup para ODHIV semakin baik di masa mendatang.

Tim Redaksi RJ

Tinggalkan Balasan