Kebersamaan Ibu Bendahara Kiwal PAC Biringkanaya dalam DIKLATSAR II: Wujud Semangat, Canda, dan Jiwa Mandiri Perempuan Pejuang

 

INTELIJENNEWS, Makassar, 17 Agustus 2025 — Suasana penuh semangat, canda, dan kebersamaan begitu terasa dalam pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) II Kiwal Garuda Hitam yang digelar di Tanjung Bayam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan mental, fisik, dan wawasan organisasi, tetapi juga menjadi momentum berharga bagi para kader, khususnya para perempuan yang ikut serta menunjukkan peran pentingnya di tengah organisasi yang besar dan solid ini.

 

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Bendahara PAC Kiwal Garuda Hitam Biringkanaya, Ibu Leni. Dengan jiwa mandiri dan semangat juang yang tak kalah dengan peserta lainnya, ia turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan DIKLATSAR II. Kehadirannya menjadi bukti bahwa perempuan memiliki ruang, peran, sekaligus daya juang yang sama dalam membangun kebersamaan di tubuh organisasi Kiwal Garuda Hitam.

Momen semakin berharga karena kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Ibu istri dari Ketua Umum Kiwal Garuda Hitam, Erwin Nurdin , SE , yang turut menemani para peserta dan memberikan dukungan moral. Kehangatan dan kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta, termasuk para ibu hebat dari Kiwal Garuda Hitam, menikmati acara makan bersama, foto bareng, hingga berbagi cerita penuh makna dalam suasana kekeluargaan.

 

Selama dua hari mengikuti kegiatan ini, kami benar-benar merasakan arti kebersamaan. Waktu yang singkat ini begitu berharga, apalagi bertepatan dengan suasana libur nasional, sehingga makin menambah semangat kami untuk belajar, berlatih, sekaligus mempererat persaudaraan,” ungkap salah seorang peserta.

 

Tidak hanya sekadar latihan fisik dan uji mental, DIKLATSAR II juga memberikan banyak pembelajaran baru tentang kedisiplinan, kepemimpinan, serta strategi menjaga solidaritas organisasi. Ibu Leni menegaskan bahwa pengalaman berharga ini menjadi sejarah tersendiri baginya sebagai seorang perempuan yang turut aktif dalam organisasi sebesar Kiwal Garuda Hitam.

Banyak ilmu yang saya dapat dari DIKLATSAR II ini. Semua rangkaian acara sangat bermanfaat, baik untuk pribadi maupun dalam mendukung peran kita di organisasi. Ini adalah pengalaman yang tak ternilai, yang akan saya kenang dan jadikan bekal untuk terus berkontribusi di Kiwal Garuda Hitam,” ujarnya penuh semangat.

 

DIKLATSAR II di Tanjung Bayam pun menorehkan kesan mendalam, bukan hanya bagi para peserta laki-laki, tetapi juga bagi para perempuan pejuang seperti Ibu Leni yang hadir sebagai teladan semangat dan dedikasi. Suasana canda ria, persaudaraan, dan solidaritas antaranggota menjadi bukti bahwa Kiwal Garuda Hitam adalah rumah bersama, tempat seluruh kader—tanpa membedakan peran dan gender—bisa tumbuh, belajar, dan berjuang bersama.

 

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta pulang dengan membawa kenangan, pengalaman, dan semangat baru untuk terus mengabdi dan menjaga marwah Kiwal Garuda Hitam. DIKLATSAR II bukan sekadar latihan, tetapi juga sebuah catatan sejarah yang mempertegas peran penting perempuan dalam menjaga kekompakan dan kebesaran organisasi.

 

Penulis : M Yusuf

Tinggalkan Balasan