Konferda ke-8 AMGPM Klasis Tanimbar Selatan Digelar, Momentum Evaluasi dan Regenerasi

Konferda ke-8 AMGPM Klasis Tanimbar Selatan Digelar, Momentum Evaluasi dan Regenerasi

Maluku. Intelijen news – Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Klasis Tanimbar Selatan menggelar Konferensi Daerah (Konferda) ke-8 pada 11–13 April 2026 di Saumlaki. Forum lima tahunan ini menjadi ruang evaluasi, perumusan program strategis, sekaligus ajang regenerasi kepemimpinan organisasi kepemudaan gereja tersebut.

Ketua Panitia Konferda, Diaken Endik Angwarmase, menjelaskan rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu, 11 April 2026, dengan penjemputan peserta dari 15 cabang AMGPM yang tersebar di 19 jemaat dalam lingkup Klasis Tanimbar Selatan. Pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 April 2026, di Gedung Gereja Damai Saumlaki, bertepatan dengan ibadah Minggu jam kedua.

“Konferda ini diikuti 15 cabang AMGPM, pengurus daerah Tanimbar Selatan, para ketua majelis dan pendeta dari 19 jemaat, serta Ketua Umum AMGPM Melkianus Sairdekut, S.Hut,” kata Angwarmase.

Menurut dia, meski panitia bekerja dalam keterbatasan, seluruh kebutuhan dasar pelaksanaan kegiatan telah dipersiapkan. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar Konferda ke-8 ini berjalan dengan baik dan nyaman, sekalipun dalam kondisi yang sederhana,” ujarnya.

Forum Konferda kali ini memikul sejumlah agenda strategis: menilai laporan pertanggungjawaban Pengurus Daerah periode 2020–2025, mendengar laporan perkembangan cabang-cabang AMGPM, menetapkan program kerja lima tahunan berikut anggaran tahun pertama, serta memilih pengurus daerah periode 2026–2030. Selain itu, peserta juga akan menetapkan sejumlah keputusan dan kebijakan organisasi sesuai kebutuhan pelayanan di wilayah Tanimbar Selatan.

Ketua Daerah AMGPM Cabang Damai, Mon Sopacua, menegaskan bahwa Konferda merupakan mekanisme konstitusional yang digelar setiap lima tahun. “Melalui forum ini kita melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengurus daerah, sekaligus mendengar laporan perkembangan dari 15 cabang di 19 jemaat. Momentum penting lainnya adalah pemilihan ketua dan sekretaris daerah yang baru,” ujarnya.

Sopacua memaparkan, selama periode berjalan, AMGPM Tanimbar Selatan telah menginisiasi sejumlah program pemberdayaan. Beberapa cabang yang sebelumnya vakum berhasil diaktifkan kembali, bahkan dilakukan pemekaran satu cabang baru di wilayah Damai. Di bidang pengembangan sumber daya manusia, AMGPM mengirim sekitar 100 kader mengikuti pelatihan berjenjang di Ambon.

“Pelatihan dilakukan dalam tiga tahap setiap tahun. Hasilnya cukup menggembirakan. Namun, untuk mengoptimalkan karya para kader, kami masih terbentur keterbatasan anggaran,” kata Sopacua. Ke depan, ia berharap tersedia dukungan sarana dan pembiayaan yang lebih memadai agar proses kaderisasi berjalan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Klasis Tanimbar Selatan, Pdt. Zet Slarmanat, S.Th., menilai Konferda ke-8 memiliki arti penting bagi konsolidasi pelayanan pemuda gereja. “Konferda adalah forum strategis karena di dalamnya ada proses memilih dan dipilih pengurus definitif, serta perumusan program pelayanan yang akan dijalankan lima tahun ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan direncanakan berlangsung selama dua hingga tiga hari dengan agenda sidang pleno, komisi, hingga penetapan keputusan akhir. Sebagai pimpinan gereja di tingkat klasis, Slarmanat berharap proses pemilihan berjalan damai dan menghasilkan pemimpin muda yang memiliki kapasitas serta komitmen pelayanan.

“Kami berharap kepengurusan yang baru nanti benar-benar mampu menjalankan tugas dan fungsinya, menjawab tantangan zaman, dan tetap setia pada panggilan pelayanan gereja,” katanya.

Di tengah dinamika sosial dan tantangan generasi muda di wilayah kepulauan, Konferda ke-8 AMGPM Klasis Tanimbar Selatan bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ia menjadi penanda kesinambungan kaderisasi—sebuah ikhtiar menjaga nyala pelayanan pemuda gereja tetap hidup di Bumi Duan-Lolat

 

JCS

Tinggalkan Balasan