Maluku Tenggara, Maluku. Intelijennews.com – Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Pantai Nirun Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, dan merenggut nyawa Briptu Nanda Tutupoho serta Serda Rangga saat berupaya menyelamatkan seorang anak, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Kepulauan Kei.22/06/2026
Sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan pengorbanan keduanya, tokoh masyarakat Luther Chaky Rahajaan mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama lembaga adat mempertimbangkan pembangunan sebuah penanda atau ruang penghormatan pada salah satu titik di kawasan wisata Pantai Nirun Ngursoin.
Menurut Luther, usulan tersebut bukan bertujuan mengubah nama, identitas, maupun nilai sejarah dan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur masyarakat Kei.
“Saya mengusulkan adanya sebuah penanda penghormatan bagi Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga di Pantai Nirun Ngursoin. Ini bukan untuk menghilangkan sejarah atau mengganti nama tempat yang telah menjadi bagian dari warisan adat, tetapi sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa kemanusiaan yang terjadi di lokasi tersebut,” ujar Luther Chaky Rahajaan.
Ia mengatakan, pengorbanan dua aparat tersebut merupakan contoh nyata nilai kemanusiaan yang harus diwariskan kepada generasi muda.
“Mereka adalah putra terbaik bangsa yang rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan seorang anak. Keberanian dan ketulusan seperti ini tidak boleh hilang ditelan waktu. Generasi mendatang harus mengetahui bahwa di tempat itu pernah terjadi kisah pengabdian dan cinta kasih terhadap sesama manusia,” katanya.
Luther menambahkan, pengorbanan Briptu Nanda dan Serda Rangga juga menunjukkan wajah kemanusiaan dari aparat TNI dan Polri sebagai pelindung masyarakat.
“Semoga kisah mereka tidak hanya tersimpan dalam berita dan doa, tetapi dapat diabadikan melalui sebuah tanda penghormatan yang menjadi pengingat bagi setiap orang yang mengunjungi Pantai Nirun Ngursoin,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah daerah, tokoh adat, keluarga korban, serta seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mempertimbangkan usulan tersebut dengan tetap menghormati nilai adat dan sejarah masyarakat Kei.
“Nama boleh dikenang oleh waktu, tetapi pengorbanan Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga layak diabadikan dalam sejarah dan hati masyarakat Kepulauan Kei.”
JCS