INTELIJENNEWS, ACEH BARAT – Dewan Pengawas Macan Asia Indonesia, Daeng, melakukan pengawasan langsung terhadap kegiatan Bakti Kemanusiaan berupa pembersihan sarana publik di SD Negeri Pasie Birah, Kecamatan Woyla Induk, Kabupaten Aceh Barat. Aksi ini dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Barat bersama Danramil Woyla Induk, Kepala Dinas Pendidikan, serta Camat Woyla Induk, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pasca banjir dan longsor.
Armada dan Personel yang Dikerahkan
– 1 unit JCB
– 1 unit mobil pemadam kebakaran untuk penyiraman lumpur
– 4 unit dump truck
– 30 personel gabungan (15 dari Kodim dan 10 dari Danramil)
Material hasil pembersihan dibawa ke lokasi pembuangan, sebagian ditampung oleh warga yang bersedia.
– Kadis Pendidikan Aceh Barat Dr. Husein menegaskan, bahwa misi bakti sosial ini akan terus digelar agar seluruh sarana publik, khususnya sekolah, kembali berfungsi normal.
– Kadis Lingkungan Hidup Aceh Barat, Bukhari, ST, menyatakan, komitmen penuh dalam penanganan pasca longsor dan banjir. “Kami berupaya agar seluruh sekolah di Aceh Barat terbebas dari lumpur dan dapat digunakan kembali,” ujarnya.
– Danramil Woyla Induk Kapten Ifantri.Suna’im menambahkan, bahwa jajaran TNI siap membantu dan mengawasi jalannya kegiatan. “Kami memastikan kegiatan berlangsung aman dan terkendali,” tegasnya, sembari mengajak masyarakat untuk ikut serta karena sekolah adalah milik bersama.
– Camat Woyla Induk Deddi menegaskan, komitmen untuk terus bersinergi dengan instansi terkait. Ia menyebut pihak kecamatan sejak awal telah membantu masyarakat, termasuk membuka dapur umum. Menurutnya, kondisi paling parah terjadi di SD Negeri Pasie Birah, sehingga ia meminta aparatur desa turun langsung membantu. “Jika instruksi tidak diindahkan, akan kami laporkan kepada Bupati untuk tindak lanjut,” tegasnya.
Meski kegiatan pembersihan digelar, warga menilai penanganan dilakukan terlambat. Tumpukan lumpur setinggi hampir setengah meter dianggap lebih tepat ditangani dengan excavator, bukan JCB. Pembersihan yang sudah berlangsung tiga hari sebelumnya belum menunjukkan hasil signifikan.
Menanggapi hal tersebut, Kadis Lingkungan Hidup Bukhari, ST mengambil langkah tegas dengan mendatangkan 1 unit excavator dari TPA ke lokasi sekolah. Pada pukul 18.00 WIB, excavator mulai bekerja. Bukhari turun langsung ke lapangan, didampingi tim Pengawasan dan Publikasi Nasional serta Kadis Pendidikan, untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar.
Namun, pada pukul 23.00 WIB excavator mengalami kerusakan selang sehingga pekerjaan terhenti. Perbaikan segera dilakukan, dan pembersihan dijadwalkan dilanjutkan keesokan harinya. “Insya Allah besok selesai dikerjakan semuanya,” kata Bukhari.
Langkah ini bukan pencitraan, melainkan bentuk tanggung jawab moral penuh terhadap masyarakat, guru, dan siswa agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu. Targetnya, area sekolah segera bersih dan asri, sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan tenang.
Kadis DLH Bukhari, ST, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Macan Asia Indonesia Kabupaten Aceh Barat, menegaskan bahwa penanganan serupa akan diterapkan di lokasi lain yang terdampak.
Dewan Pengawas Macan Asia Indonesia Daeng berharap seluruh sarana pendidikan di Aceh Barat segera dibersihkan agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu. Pantauan lapangan menunjukkan masih banyak sekolah, pesantren, masjid, dan rumah warga yang tertutup lumpur. Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta segera melakukan survei lokasi untuk memastikan daerah yang belum tertangani, agar pembersihan dapat dilakukan secepat mungkin.
Tim Intelijennews.