INTELIJENNEWS,ACEH BARAT : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Teuku Umar yang sedang bertugas di Gampong Gleng, Kecamatan Sungai Mas, menyampaikan keluhan serius terkait buruknya jaringan internet dan telekomunikasi di wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai sangat menghambat aktivitas akademik dan sosial, serta mengancam keberlangsungan pendidikan di daerah terpencil.
Ketua Kelompok KKN Gampong Gleng, As Adinnas, menegaskan bahwa lemahnya jaringan telah mengganggu proses pelaporan harian, komunikasi dengan dosen pembimbing, serta pencarian referensi untuk pengembangan program kerja. “Kami kesulitan menjalankan tugas-tugas akademik. Koneksi yang buruk membuat kami tertinggal,” ujarnya.
Keuchik Gampong Gleng, Junaidi, turut menyuarakan keresahan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa masalah jaringan telah berlangsung selama bertahun-tahun, meski terdapat dua menara telekomunikasi di wilayah Sungai Mas. “Kami harus naik ke perbukitan hanya untuk mendapatkan sinyal. Ini bukan hanya menyulitkan mahasiswa, tapi juga menghambat pelayanan publik dan aktivitas warga,” ungkapnya.
Dampak buruk jaringan dirasakan luas oleh masyarakat: anak-anak kesulitan mengikuti pembelajaran daring, pelaku usaha terhambat dalam berkomunikasi, dan layanan publik terganggu akibat minimnya akses digital, melihat kondisi ini, masyarakat dan mahasiswa mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di bawah kepemimpinan Bupati Tarmizi, SP, MM untuk segera mengambil langkah konkret. Harapan juga disampaikan oleh Pemuda Gampong Gleng, Muntasar, yang meminta pemerintah berkoordinasi dengan pihak provider dan memastikan perbaikan jaringan dilakukan secepatnya. Kami mohon Pak Bupati untuk melihat kondisi kami di pelosok Aceh Barat. Sudah lama kami menanti perubahan, tapi belum ada tindakan nyata. Di era digital, akses internet bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar,” tegas Muntasar.
Langkah awal telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dengan menyiapkan 15 unit perangkat Starlink untuk sekolah-sekolah di wilayah terpencil, termasuk Kecamatan Sungai Mas. Teknologi berbasis satelit ini diharapkan mampu menjangkau daerah yang selama ini tidak terlayani jaringan konvensional, dan membuka akses pendidikan yang lebih merata. Namun, mahasiswa dan masyarakat berharap agar program ini diperluas dan dipercepat, tidak hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk mendukung aktivitas KKN, pelayanan publik, dan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
Tim Intelijennews.