Makassar, Intelijennews.com – Kekecewaan masyarakat Makassar kembali mencuat setelah ditemukannya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) yang kualitasnya dinilai tidak layak. Beras murah yang seharusnya membantu masyarakat justru diduga bercampur menir dalam jumlah cukup banyak.

Seorang warga mengeluhkan pengalamannya setelah membeli beras SPHP di Toko Grosir Annur Khalifatul, Minasa Upa.
“Saya sudah lama konsumsi beras SPHP, tapi kali ini berbeda. Banyak menirnya, sangat terasa saat dicuci,” ujarnya dengan nada kecewa.
Padahal, tujuan SPHP adalah menjaga ketersediaan beras dengan harga terjangkau melalui distribusi resmi Bulog. Namun dugaan adanya menir yang dicampurkan untuk mencukupi timbangan membuat warga mempertanyakan kualitas beras tersebut.
Untuk diketahui, menir adalah beras pecah berukuran sangat kecil (kurang dari 2/10 beras utuh) dan tidak termasuk kategori beras layak konsumsi. Dalam proses penggilingan padi, komposisinya hanya 5–8%, sehingga keberadaannya dalam jumlah banyak berpotensi menjadi indikasi masalah kualitas.
Kepala Cabang Perum Bulog Makassar, Karmila Hasmin Marunta, saat dikonfirmasi pada Senin (24 November 2025) menyampaikan bahwa proses pengemasan beras SPHP dilakukan langsung di gudang Bulog, lalu didistribusikan melalui mitra resmi.
Terkait laporan warga mengenai campuran menir, ia mengaku heran dan belum bisa memastikan kebenarannya.
“Setahu kami, beras SPHP medium memang ada patah-patah berasnya, tapi bukan menir. Kami akan segera menurunkan tim ke toko tersebut untuk mengecek langsung,” tegasnya.
Jika temuan itu benar, Bulog berjanji akan melakukan crosscheck ke gudang untuk mengetahui sumber permasalahan. Ia juga menegaskan bahwa kemasan beras SPHP 5 kg tidak mungkin palsu, karena seluruh produksi dan cetakan packaging berasal dari pusat.
Masyarakat meminta Bulog dan pemerintah daerah untuk memastikan hanya beras layak konsumsi yang diedarkan, tanpa campuran menir yang merugikan warga.
Program SPHP diharapkan tetap berjalan, namun dengan pengawasan ketat agar kualitas beras sesuai standar dan kepercayaan masyarakat tidak semakin menurun.
Tim : investigasi