Makassar, IntelijenNews.com –
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh dapur SPPG Yayasan Panrita Anre Celebes menuai sorotan tajam dari kalangan guru dan siswa di SD Inpres Kampus IKIP serta SD Inpres Unggulan BTN Pemda, Kota Makassar.

Keluhan tersebut mencuat karena menu yang disajikan dinilai tidak memenuhi standar makanan sehat dan bergizi sebagaimana ditetapkan pemerintah pusat, Kamis (22/01/2026).

Sejumlah guru mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa. Selain porsi dan komposisi gizi yang dipertanyakan, rasa makanan pun dinilai tidak layak.
“Makanannya banyak yang tidak disukai anak-anak. Ada yang rasanya tawar, ada juga yang terlalu asin,” ungkap salah seorang guru.
Tak hanya soal rasa, mutu dan kualitas gizi menjadi perhatian utama. Bahkan muncul dugaan bahwa harga bahan makanan tidak sesuai dengan anggaran seharusnya. Jika ditafsirkan, menu yang disajikan disebut-sebut hanya setara dengan nilai sekitar Rp5.000, sehingga memunculkan pertanyaan adanya selisih harga yang diduga diambil oleh pihak pengelola dapur.
SPPG Yayasan Panrita Anre Celebes diketahui baru berdiri sekitar tiga bulan dan saat ini baru melayani beberapa sekolah SD dan PAUD yang dialihkan ke dapur tersebut.
Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran para pendidik terhadap kesiapan dan profesionalisme pengelolaan dapur MBG.
Atas kondisi tersebut, para guru dan pihak sekolah meminta instansi terkait untuk turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, serta memberikan teguran hingga sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran, tanpa pandang bulu terhadap siapa pun pemilik dapur tersebut.
Dapur SPPG Yayasan Panrita Anre Celebes diketahui beralamat di Jalan Faisal 14, belakang RS Faisal, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Makassar, dan disebut sebagai milik anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras.
Sementara itu, upaya konfirmasi awak media kepada penanggung jawab dapur, Akil, hingga berita ini diterbitkan tidak mendapatkan respons.
Yang bersangkutan diduga sengaja menghindari wartawan.
Program MBG sejatinya bertujuan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak melalui asupan gizi yang layak. Namun jika kualitasnya diabaikan, bukan hanya tujuan program yang gagal tercapai, tetapi juga kepercayaan publik yang dipertaruhkan.
(Zhoel)