Nelayan Aceh Barat Butuh Solusi Nyata, Bukan Panggung Politik.

 

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT : Pawang Mahmud, sosok yang dikenal sebagai penyelamat kapal nelayan di muara Krueng Cangkoy, melontarkan kritik tajam terhadap oknum legislatif DPRK Aceh Barat yang dinilai hanya sibuk beropini di media tanpa aksi nyata.

 

Sudah berapa periode duduk di kursi dewan? Tapi muara tetap dangkal, kapal tetap kandas. Kami butuh solusi, bukan pantun politik,” tegas Mahmud.

 

Selama lebih dari satu dekade, pendangkalan muara Krueng Cangkoy terus menjadi ancaman serius bagi nelayan. Musim barat memperparah kondisi, membuat kapal terjebak berjam-jam. Mahmud mengaku telah puluhan kali menarik kapal karam dengan bot pribadi, tanpa imbalan.

 

Program pengerukan yang dilakukan secara swadaya oleh Panglima Laot dan nelayan, justru dituding sebagai pencitraan dan sarat korupsi oleh pihak yang tidak memahami kondisi lapangan.

 

Jangan asal beropini tanpa klarifikasi. Turun ke lapangan, lihat sendiri penderitaan kami,” cetus Mahmud.

 

Mahmud menyindir keras oknum legislatif yang dinilai hanya aktif saat kampanye, namun minim kontribusi terhadap kebutuhan nelayan.

 

Saya bukan siapa-siapa, tapi saya bergerak. Yang punya wewenang malah sibuk bicara. Kalau peduli, rasakan sendiri ombaknya,” tantangnya.

 

Tuntutan Nelayan: Aksi Nyata, Bukan Janji Manis Nelayan Aceh Barat menuntut:

 

– Pengerukan muara secara berkelanjutan

– Pembangunan dermaga yang layak

– Fasilitas keselamatan laut yang memadai

 

Kami tidak butuh panggung sandiwara. Kami butuh bukti, bukan janji,” pungkas Mahmud.

 

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan