PDIP Urus Buku Siswa di Saumlaki, Partai Lain Urus Kursi Empuk di DPRD

PDIP Urus Buku Siswa di Saumlaki, Partai Lain Urus Kursi Empuk di DPRD

Maluku. Intelijennews.com – Kontras politik wong cilik versus politik kursi empuk dipertontonkan di jantung Tanimbar. Sabtu pagi, 9/5/2026, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mercy Chriesty Barends blusukan ke SD Waesawak Saumlaki bagi buku dan pena,

Mercy Barends datang tanpa protokoler, dalam situasi dan kondisi alam yang tidak bersahabat namun di halaman sekolah Barends bagi buku satu-satu ke siswa. Didampingi Ketua DPC PDIP KKT Jidon Kelmanutu, anggota DPRD KKT dari PDIP Petrus Paulus Werembinan, dan pengurus DPC,

Menurutnya, sentuhan yang paling mendalam untuk menyikapi tantangan para siswa saat ini ketika beredarnya sebuah cuplikan video yang beredar tentang adanya salah satu siswi yang terpaksa harus mengakhiri hidupnya karena merasa malu orang tuanya tidak membelikan buku dan pena, Hal itulah yang sehingga membuatnya terasa sedih sekaligus terpanggil untuk menjawab tantangan anak sekolah untuk nantinya  tidak terjadi seperti yang pernah ia saksikan melalui cuplikan dalam video tersebut, beber Barends,

Apresiasi Kepala Sekolah

Kepala SD Waesawak, di depan siswa dan para guru menyampaikan terimakasih atas kunjungan Mercy Barends bersama anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang telah berkunjung ke SD dan SMP Waesawak sekaligus memberikan bantuan yang sangat bermanfaat kepada anak-anak bangsa yang berada pinggiran kota Saumlaki itu, ucapnya

Kader Banteng Haram Nikmati Kursi

Menurut Ketua DPC PDIP KKT Jidon Kelmanutu, Ketua umum mengajarkan agar kader turun ke rakyat, Kalau ada kader PDIP yang cuma tau kursi empuk DPRD, lebih baik mundur, Banteng haram nikmati kursi kalau anak sekolah tidak punya buku,” tegas Jidon.

PDIP Tantang Tukar Kursi Dengan Bangku Siswa

Saya tantang Bapa-Ibu anggota DPRD Kabupaten Kepulauan yang hobi duduk, coba tukar posisi tempat duduk sehari saja dengan para siswa Waesawak yang patah biar tau bagaimana rasanya belajar susah di erah modern sekarang ini kalau berani baru akui wakil rakyat,

“Saya tantang anggota dewan yang hobi duduk, coba tukar sehari saja, Kalian duduk di bangku siswa SD Waesawak yang patah biar tau bagaimana rasanya belajar susah, Kalau berani, baru ngaku wakil rakyat,” tantangnya.

“Kursi empuk di DPRD itu dibeli pakai pajak rakyat jadi kalau kerjanya tidak untuk rakyat, itu kursi haram, PDIP pilih urus buku biar anak Saumlaki pintar, bisa ganti kalian yang cuma hobi duduk, tutup Kelmanutu

 

JCS

 

Tinggalkan Balasan