Pelantikan PD-IPI Sulsel dan Seminar Internasional Pustakawan diwarnai Penandatanganan MoU 25 Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel

Pelantikan PD-IPI Sulsel dan Seminar Internasional Pustakawan diwarnai Penandatanganan MoU 25 Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel

MAKASSAR, Intelijennews.com – Dunia kepustakawanan Sulawesi Selatan mencatat sejarah baru dengan dilantiknya Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD-IPI) Sulsel yang dirangkaikan dengan Seminar Internasional Pustakawan bertajuk “Collaboration between Artificial Intelligence and Librarian in Enhancing Library Service and Literacy, Challenge or Opportunity?”.

Kegiatan bergengsi ini berlangsung di Gedung Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, dihadiri tokoh-tokoh penting, akademisi, serta perwakilan pustakawan dari berbagai institusi Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Sekolah, Penggiat Literasi dan Praktisi. Yang jumlah peserta Seminarnya mencapai 358 Peserta

Turut hadir:

Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, sekaligus membuka acara.

Drs. Deny Kurniadi, M.Hum., mewakili Ketua IPI Pusat dalam melantik jajaran PD-IPI Sulsel.

Amirul Ulum, M.Hum.,(Sekjend FPPTI) perwakilan FPPTI Pusat sebagai keynote speaker.

Syamsul Arif, S.Sos., M.A., resmi dilantik sebagai Ketua PD-IPI Sulsel bersama jajarannya.

Hazan, S.Hum., M.I.P., Ketua FPPTI Wilayah Sulsel.

Moh. Hasan Sijaya, S.H., MH., (Pustakawan Utama Prov. SUL SEL) narasumber nasional.

Prof. Dong Geun Ho, Ph.D., MBA., MLIS (Korea) dan Dr. Eungi Kim (Korea) sebagai narasumber internasional.

Isu utama yang diangkat adalah peran pustakawan di era digital, khususnya menghadapi pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Apakah AI akan menjadi tantangan yang menggeser peran pustakawan, atau justru peluang untuk memperkuat literasi, layanan, dan inovasi perpustakaan?

Para narasumber menekankan bahwa perpustakaan modern tidak lagi sekadar ruang penyimpanan buku, melainkan ekosistem literasi berbasis teknologi. Dalam ekosistem tersebut, pustakawan bukan digantikan oleh AI, tetapi menjadi navigator literasi digital yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memperluas akses informasi, personalisasi layanan, serta peningkatan kualitas literasi masyarakat.

Sinergi 25 Perguruan Tinggi dengan Dinas Perpustakaan Sulsel

Jumlah yang hadir nilai yang lumayan banyak 358 orang, dan ini nilai baik untuk program kedepan nya

Momentum ini semakin bernilai tinggi dengan ditandatanganinya Kerja Sama antara 25 Perpustakaan Perguruan Tinggi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel. Kolaborasi ini menjadi tonggak baru dalam membangun jejaring literasi dan memperkuat posisi perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, riset, dan inovasi.

Pelantikan dan seminar internasional ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kebersamaan dalam organisasi profesi pustakawan. Kolaborasi ini akan melahirkan warna baru, meningkatkan kapasitas intelektual, sekaligus memperkuat leadership pustakawan di era digital,” ungkap Hazan Djangi, S.Hum., M.I.P., Ketua FPPTI Wilayah Sulsel.

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan Sulsel, Prof. Muhammad Jufri, menyampaikan apresiasi tinggi atas kegiatan ini. Menurutnya, semangat kebersamaan antar-pustakawan dan perguruan tinggi adalah energi baru untuk mendorong peningkatan layanan literasi masyarakat Sulsel.

Pustakawan hari ini bukan hanya penjaga buku, tapi garda terdepan dalam melahirkan generasi literat yang unggul. Kolaborasi dengan teknologi dan kecerdasan buatan harus dilihat sebagai peluang, bukan ancaman,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WITA ini menjadi ruang refleksi sekaligus terobosan penting:

AI dan pustakawan bukan dua kutub yang berlawanan, tetapi mitra strategis.

Kolaborasi antar-lembaga memperkuat ekosistem literasi dan riset.

Organisasi profesi pustakawan semakin relevan sebagai penggerak perubahan literasi di era digital.

Dengan spirit kebersamaan, Sulawesi Selatan menegaskan diri sebagai pionir dalam mengintegrasikan teknologi dan pustakawan demi masa depan literasi yang lebih cerah.

Penulis : M Yusuf

Tinggalkan Balasan