INTELIJENNEWS.COM, MAKASSAR – Orang Tua Pasien rawat inap di Rumah Sakit Bahagia Makassar,Kecamatan Rappocini,memulangkan paksa anaknya yang sementara dirawat inap dirumah sakit tersebut, pada (14 Agustus 2025).
Orang tua pasien yang tidak mau menyebut namanya ke awak media Intelijen News mengatakan,Dirinya sangat kecewa terhadap pelayanan RS Bahagia Makassar.
Baca juga : Safari Subuh Kasat Binmas Polrestabes Makassar Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pasalnya anaknya yang di opname di rumah sakit tersebut, tidak diberikan jatah makanan, layaknya pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit tersebut.
“Anak saya tidak diberikan makanan oleh pihak RS sudah 2 kali” Katanya.
Penjelasan dia dapat dari petugas gizi kalau anaknya tidak terdaftar namanya dibagian gizi.
Karena kesalnya dengan pelayanan itu, anaknya dia pulang paksa yang sementara dirawat inap di RS Bahagia.
“Saya kecewa, anakku tidak diberi makanan” Ungkapnya
“Semoga apa yang dialami anaknya tidak terjadi kepada pasien lainnya” tutupnya.
Humas RS Bahagia, Andi Fakhrul mengatakan, ada human error pada sistem Informasi pada pelayanan dirumah sakit Bahagia. Dirinya juga menjelaskan jika orang tua pasien pulang paksa anaknya.
Baca juga : *BAPAS MAKASSAR KUNJUNGI KANTOR CAMAT TALLO DALAM RANGKA RENCANA PEMBANGUNAN ZONA GA SOMBERE*
Pihak kami sudah melarang orang tua pasiennya agar tidak pulang paksa anaknya. Namun karena orang tuanya dalam keadaan emosi sehingga melakukan hal seperti itu.
Pihak RS.bahagia menyadari bahwa apabila masih terdapat kekurangan dalam hal pelayanan kesehatan kami berkomitmen akan malakukan evaluasi dan monitoring kepada seluruh karyawan.
Kemudian selain itu pihak RS.Bahagia sudah mendatangi rumah pasien bertemu langsung dengan keluarga pasien dan menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang di alami pasien.
Selanjutnya pihak RS.Bahagia berharap kedepan apabila ada keluhan dalam pelayanan, kami meminta agar keluarga pasien segera menyampaikan secara langsung ke bagian informasi.
Menaggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Nursaidah mengatakan ini adalah preseden buruk bagi dunia kesehatan.
“Seharusnya pihak rumah sakit memperhatikan setiap pasien yang masuk. Sehingga hal hal yang merugikan pasien bisa diminimalisir”katanya.
(zl)