INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia terus mematangkan kajian teknis atas usulan pembangunan kolam retensi di Meulaboh, sebagai solusi strategis mengatasi banjir tahunan yang melanda kawasan permukiman dan pusat kota.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, Dr. Kurdi, menyampaikan bahwa proses kajian telah mendapat masukan awal dari Balai Teknik Pantai Yogyakarta. Kajian lanjutan kini sedang berlangsung di Balai Teknik Sungai Solo, Jawa Tengah, dengan dukungan penuh dari tim teknis Dinas PUPR Aceh Barat yang turut hadir di lokasi.
Alhamdulillah, sudah ada masukan dari Balai Teknik Pantai Yogyakarta terhadap review rencana pembangunan kolam retensi di Aceh Barat. Tim kami juga sedang berada di Solo untuk menunggu hasil kajian teknis dari Balai Teknik Sungai,” ujarnya.
Pemerintah daerah menargetkan agar kajian teknis dari kedua balai tersebut dapat segera dirampungkan, sehingga konstruksi fisik kolam retensi dapat dimulai sesuai standar dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian PU.
Desain awal kolam retensi mencakup struktur batu gajah sepanjang 500 meter di sisi kiri dan kanan, serta sejumlah bangunan pendukung dengan estimasi anggaran mencapai Rp72 miliar. Kurdi menegaskan bahwa pembangunan ini membutuhkan keterlibatan tenaga ahli multidisiplin, mengingat kompleksitas perilaku laut dan pentingnya memastikan efektivitas fungsi kolam retensi secara jangka panjang.
Kami ingin memastikan bahwa bangunan ini benar-benar kuat, sesuai standar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Barat,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya pemantapan teknis, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga merencanakan kunjungan kerja ke Balai Teknik Pantai Denpasar, Bali, guna memperoleh rekomendasi tambahan yang relevan terhadap desain dan lokasi pembangunan.
Kementerian PU telah memberikan tenggat waktu selama enam bulan, hingga April 2026, untuk menyelesaikan seluruh kajian teknis. Namun, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan penyelesaian dalam satu hingga dua bulan ke depan agar proses pembangunan dapat segera dimulai.
Respons dari pemerintah pusat sudah ada. Sekarang tinggal pemantapan teknis agar pembangunan bisa segera dilaksanakan,” tutup Kurdi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen penuh untuk memenuhi seluruh petunjuk teknis dari Kementerian PU, demi mewujudkan infrastruktur pengendalian banjir yang kokoh, fungsional, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Tim Intelijennews.