INTELIJENNEWS, SIMEULUE – Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai kematian seratus ekor kerbau dalam satu bulan terakhir adalah tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta lapangan. Berdasarkan hasil investigasi oleh Bidang Kesehatan Hewan, jumlah kematian ternak yang terverifikasi hingga saat ini adalah sebanyak 31 ekor, tersebar di tiga desa terdampak.
Kematian mendadak beberapa ekor kerbau yang diduga terjangkit penyakit Septicaemia Epizootica (SE) telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Pemerintah Daerah bergerak cepat dengan menerjunkan tim medis veteriner untuk melakukan penanganan langsung dan memastikan pengendalian penyakit berjalan sesuai protokol.
Langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan meliputi:
– Investigasi lapangan oleh tim medis veteriner ke Desa Labuah untuk menindaklanjuti dugaan kasus SE.
– Koordinasi intensif dengan pemerintah desa setempat untuk penanganan bangkai dan pengendalian penyebaran penyakit.
– Arahan kepada masyarakat agar bangkai dikubur dalam dan ditaburi kapur guna mencegah penularan dan gangguan lingkungan.
– Imbauan kepada pemilik ternak untuk mengandangkan kerbau agar memudahkan pelaksanaan vaksinasi dan penerapan biosekuriti.
– Pemeriksaan lanjutan terhadap ternak yang masih hidup, pemantauan intensif, serta edukasi kepada masyarakat terus dilakukan.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hasrat Abu Bakar, menyampaikan bahwa dokter hewan dan staf veteriner telah ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di lokasi terdampak. Ia juga mengimbau masyarakat agar aktif mendukung proses vaksinasi dan segera menangani bangkai ternak sesuai protokol kesehatan hewan.
“Kami berkomitmen melakukan langkah-langkah preventif dan responsif untuk melindungi aset ternak masyarakat. Kerja sama dari pemilik ternak sangat kami harapkan agar penanganan berjalan efektif dan cepat,” tegas Hasrat Abu Bakar.
Data kematian ternak yang terverifikasi hingga saat ini adalah sebagai berikut:
Di Desa Lanting, tercatat 14 ekor kerbau mati milik warga atas nama Alimin (1 ekor), Hardianto (1), Rajiman (2), Arsudin (1), Julianto (1), Raslin Nusihalin (1), Jusri Amin (2), Sulmidin (1), Herlin Is (1), Marisi (1), Saudin (1), dan Jimatsyah (1).
Di Desa Nancawa, tercatat 7 ekor kerbau mati milik Darul (2 ekor), Murdin (1), Asmin (1), Arman (1), Bidin (1), dan Rusid (1).
Di Desa Labuah, tercatat 10 ekor kerbau mati milik Rusbi (1 ekor), Saharudin (5), dan Marahudin (4).
Total kematian ternak yang terverifikasi hingga saat ini adalah 31 ekor. Data ini merupakan laporan sementara dari petugas lapangan, Drh. Rizki Ramadhani. Untuk desa lain, data akan dilaporkan setelah proses verifikasi dan cross-check selesai dilakukan.
Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Simeulue akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan situasi secara berkala. Pemerintah daerah berkomitmen untuk melindungi aset ternak masyarakat dan mencegah potensi wabah yang lebih luas.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Simeulue melalui kontak resmi atau datang langsung ke kantor pelayanan terdekat.
Tim Intelijennews.