PEMKAB ACEH BARAT PERCEPAT PEMBANGUNAN KOPERASI MERAH PUTIH UNTUK TANGANI KEMISKINAN EKSTREM DAN PERKUAT EKONOMI DESA.

PEMKAB ACEH BARAT PERCEPAT PEMBANGUNAN KOPERASI MERAH PUTIH UNTUK TANGANI KEMISKINAN EKSTREM DAN PERKUAT EKONOMI DESA.

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus mengakselerasi pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program strategis nasional dalam rangka mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Inisiatif ini bertujuan mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem sekaligus menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di tingkat desa secara berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui sistem koperasi yang terarah, inklusif, dan berkeadilan. Pemerintah daerah menargetkan pembentukan 351 unit koperasi di seluruh 12 kecamatan secara bertahap, dengan minimal satu koperasi per kecamatan sebagai proyek percontohan.

Tentunya ada prioritas yang harus kita jaga agar sejalan dengan program pembangunan dari pemerintah pusat. Alhamdulillah, dari 12 kecamatan yang ada, minimal setiap kecamatan sudah memiliki satu Koperasi Merah Putih sebagai percontohan,” ujar Kurdi saat meninjau lokasi pembangunan koperasi di Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Jumat (7/11/2025).

Pemkab Aceh Barat juga terus melakukan penataan sarana dan prasarana untuk memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat koperasi. Dukungan pemerintah daerah tidak hanya bersifat koordinatif, tetapi juga mencakup penyediaan lahan dan fasilitasi teknis agar pelaksanaan program berjalan tanpa hambatan.

Kita dorong melalui penyediaan lahan dan dukungan fasilitas. Hal-hal yang menjadi kendala di lapangan akan kita bantu, supaya tujuan besar pemerintah pusat dalam pemberdayaan ekonomi rakyat bisa segera terwujud,” tegas Kurdi.

Gedung Gerai Koperasi Merah Putih di Desa Kuta Padang ditetapkan sebagai pilot project di Aceh Barat. Gedung ini dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus tempat distribusi bahan pokok dan kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah pusat melalui APBN telah mengalokasikan anggaran pembangunan, sementara pemerintah daerah memastikan kesiapan lahan dan teknis lapangan. Target operasional ditetapkan pada awal tahun 2026.

Sementara itu, Geuchik Desa Kuta Padang, Syafrizal Akrab Ngoh Jal, menyampaikan bahwa pembangunan gedung koperasi telah dimulai pada pekan ini. Proyek ini sepenuhnya didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan dukungan pembiayaan dari Bank Himbara.

Pembangunan gedungnya sepenuhnya dari APBN dengan total anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk bangunan fisik. Sedangkan untuk pengadaan sembako, gas, obat-obatan, dan pupuk juga dialokasikan sekitar Rp1 miliar lebih. Jadi total anggaran mencapai lebih dari Rp2 miliar,” ungkap Syafrizal.

Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu dua setengah bulan, sehingga pada Januari 2026 gedung koperasi sudah dapat diresmikan dan mulai beroperasi melayani masyarakat.

Program Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa. Selain sebagai wadah usaha bersama, koperasi ini diharapkan mampu menstabilkan harga bahan pokok dan memperluas akses ekonomi bagi masyarakat rentan.

Program ini merupakan implementasi Asta Cita Presiden untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem dan memastikan ketersediaan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Intinya, koperasi ini hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat di tingkat bawah,” tutup Syafrizal.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Aceh Barat menargetkan seluruh kecamatan memiliki Koperasi Merah Putih yang aktif dan produktif. Model ini diharapkan menjadi tonggak pemberdayaan ekonomi rakyat yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan di masa mendatang.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan