Penjual Pisang Epe di Pantai Losari Terdampak Larangan Pemasangan Tenda Saat Hujan, Kebijakan Perlu Dievaluasi

Penjual Pisang Epe di Pantai Losari Terdampak Larangan Pemasangan Tenda Saat Hujan, Kebijakan Perlu Dievaluasi

Makassar, Intelijennewa.com – Kondisi yang menjadi perhatian publik terlihat di kawasan Pantai Losari pada Kamis malam. Saat hujan turun, sejumlah pelaku usaha kuliner, termasuk penjual pisang epe, mengalami kesulitan karena tidak dapat memasang tenda atau pelindung sementara untuk melindungi pengunjung maupun barang dagangan mereka.

Kebijakan pengelolaan kawasan yang membatasi pemasangan tenda diketahui bertujuan menjaga estetika, ketertiban, dan kenyamanan area publik. Namun, di sisi lain, pelaksanaan aturan tersebut dinilai perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan para pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di kawasan wisata tersebut.

Saat hujan mengguyur kawasan Pantai Losari, banyak pengunjung terpaksa meninggalkan lokasi untuk mencari tempat berteduh. Kondisi tersebut secara langsung memengaruhi pendapatan pedagang yang telah memenuhi kewajiban sebagai penyewa atau pengguna lokasi usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Beberapa pedagang berharap pengelola dapat menghadirkan solusi yang lebih seimbang antara penegakan aturan dan perlindungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu usulan yang muncul adalah penyediaan area teduh permanen atau pemberian izin penggunaan tenda darurat dengan standar tertentu ketika terjadi hujan.

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa setiap aturan yang diterapkan di ruang publik seharusnya mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi secara menyeluruh. Kebijakan yang bertujuan menjaga ketertiban perlu disertai alternatif yang mampu melindungi kepentingan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro yang menjadi bagian dari daya tarik kawasan wisata.

Pantai Losari selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata Kota Makassar yang menjadi sumber penghidupan bagi banyak pelaku usaha kecil. Oleh karena itu, berbagai pihak mendorong adanya dialog antara pengelola kawasan, pemerintah terkait, dan perwakilan pedagang untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

Perhatian khusus diperlukan agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada aspek penataan kawasan, tetapi juga memperhatikan keselamatan, kenyamanan pengunjung, serta keberlangsungan usaha masyarakat yang mencari nafkah di kawasan tersebut.

Masyarakat berharap evaluasi terhadap aturan yang berlaku dapat dilakukan secara terbuka dan konstruktif sehingga kepentingan penataan kota dapat berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap usaha kecil yang menjadi bagian penting dari perekonomian lokal.

 

M Y

Tinggalkan Balasan