INTELIJENNEWS, ACEH BARAT — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat bergerak cepat melakukan penguatan struktur jembatan darurat di ruas jalan RGM Gampong Ranto Panyang Timur. Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran kerusakan serius akibat intensitas lalu lintas kendaraan bermuatan berat yang kerap melintasi jembatan tersebut, bahkan dengan beban melebihi 20 ton.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H., ASEAN Eng., menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari penanganan darurat dan belum bersifat permanen.
Kondisi jembatan darurat selama ini sering dilintasi angkutan dengan muatan lebih dari 6 ton, bahkan sampai lebih 20 ton. Dengan kondisi saat ini, sangat berisiko jembatan darurat yang ada akan rusak,” ujar Dr. Kurdi.
Langkah Strategis Perkuatan,untuk mencegah keruntuhan dan menjaga konektivitas antarwilayah, PUPR Aceh Barat mengambil sejumlah langkah teknis sebagai bentuk perkuatan darurat:
– Penambahan Lantai Jembatan: Lantai jembatan diperkuat menjadi dua lapis untuk meningkatkan daya dukung terhadap beban berat.
– Perkuatan Struktur: Batang kelapa digunakan sebagai sokong dan penyangga utama, menggantikan material yang telah aus.
– Pengamanan Dinding Tumpuan: Dinding tumpuan lantai jembatan diperkuat dengan pasangan bambu dan goni pasir guna mencegah erosi dan degradasi tanah di sekitar struktur.
Dr. Kurdi menyampaikan harapan agar jembatan yang telah diperkuat ini mampu bertahan hingga pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan.
Kegiatan perkuatan ini dipantau langsung oleh Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, pada hari Selasa, 28 Oktober 2025. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan bahwa pekerjaan darurat berjalan efektif, sesuai dengan kebutuhan teknis, dan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan.
PUPR Aceh Barat mengimbau seluruh pihak, khususnya pengusaha angkutan, untuk memperhatikan batas muatan kendaraan demi menjaga keselamatan dan keberlangsungan infrastruktur sementara yang ada.
Tim Intelijennews.