Ratusan Guru Sulsel Pertanyakan Nasib Seleksi Calon Kepala Sekolah 2025, Seleksi Baru Dibuka Saat Hasil Lama Belum Jelas

Ratusan Guru Sulsel Pertanyakan Nasib Seleksi Calon Kepala Sekolah 2025, Seleksi Baru Dibuka Saat Hasil Lama Belum Jelas

Makassar, IntelijenNews.com – Sekitar 500 guru jenjang SMA, SMK, dan SLB di Sulawesi Selatan yang mengikuti seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) pada September 2025 mempertanyakan kepastian nasib mereka.

Hingga Juli 2026, para peserta mengaku belum memperoleh kejelasan mengenai hasil seleksi yang telah mereka ikuti, sementara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali membuka seleksi BCKS tahun 2026.

Sejumlah guru yang mengikuti seleksi menyampaikan rasa kecewa karena hampir satu tahun berlalu tanpa adanya informasi mengenai kelanjutan proses tersebut.

Mereka menilai kondisi ini menimbulkan ketidakpastian, terlebih di sejumlah sekolah jabatan kepala sekolah masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

“Kami sudah menunggu hampir satu tahun sejak mengikuti seleksi, tetapi belum ada kepastian hasil. Sementara seleksi baru kembali dibuka,” ujar salah seorang peserta seleksi yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, keterlambatan tersebut juga berdampak pada sebagian peserta yang kini telah mendekati atau melampaui batas usia untuk kembali mengikuti proses seleksi.

Mereka berharap pemerintah memberikan penjelasan mengenai status peserta seleksi tahun 2025 sebelum melanjutkan tahapan seleksi berikutnya.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan telah menerbitkan Surat Nomor 005/6590/Disdik tentang undangan seleksi BCKS Tahun 2026.

Seleksi dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Ruang GTK pada 24–27 Juli 2026 bagi guru yang memenuhi persyaratan administrasi.

Persyaratan yang harus dipenuhi meliputi SKP dua tahun terakhir dengan predikat baik, pengalaman manajerial, surat bebas hukuman disiplin, SKCK yang masih berlaku, serta pakta integritas yang menyatakan kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah kewenangan Pemerintah Daerah.

Ketentuan mengenai kesediaan ditempatkan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan juga menjadi perhatian sejumlah guru.

Beberapa di antaranya mengaku khawatir apabila harus bertugas jauh dari domisili karena berpotensi memengaruhi kehidupan keluarga.

“Kami memahami kebutuhan pemerataan, tetapi berharap kebijakan penempatan juga mempertimbangkan kondisi keluarga dan domisili guru,” ujar salah seorang guru dari wilayah Wajo.

Hingga berita ini diterbitkan, IntelijenNews.com telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, serta Plt Sekretaris Dinas, Mustakim.

Namun, keduanya belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang disampaikan.

Sementara itu, Plt Kabid GTK Disdik Sulsel, Anshar, menyampaikan agar konfirmasi terkait pengelolaan BCKS diarahkan kepada pihak sekretariat.

Di sisi lain, staf Umum dan Kepegawaian Disdik Sulsel, Zulfamia, menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan yang berlaku, peserta dengan usia maksimal 55 tahun masih dapat mengikuti seleksi selama memenuhi persyaratan administrasi.

“Pendaftar yang memenuhi persyaratan administrasi akan diproses sesuai sistem. Kami masih menunggu arahan dari pimpinan terkait tahapan selanjutnya,” ujarnya.

Para peserta berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Pendidikan segera memberikan kepastian mengenai hasil seleksi BCKS tahun 2025 agar tidak menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan di kalangan guru.

Mereka juga berharap proses seleksi kepala sekolah ke depan berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh peserta.

( Tim Redaksi )

Tinggalkan Balasan