INTELIJENNEWS.COM, MAROS – Kejadian dugaan penipuan menggunakan aplikasi Smart Wallet menggemparkan warga Sulawesi Selatan dan Papua khususnya di Kabupaten Maros. Ribuan orang dilaporkan menjadi korban dalam dugaan penipuan tersebut.
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) menghentikan kegiatan usaha Smart Wallet karena terindikasi melakukan penipuan dan tidak memiliki izin operasional di Indonesia pada Senin, 18 Maret 2024.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi dan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, menilai Smart Wallet telah melakukan kegiatan pengumpulan dana bertopeng robot trading atau expert advisor dengan metode multi-level marketing.Selain itu, Smart Wallet juga tidak memiliki perizinan beroperasi di Indonesia.
Dikabupaten Maros sendiri ribuan member dari puluhan desa dan beberapa Kelurahan di Kabupaten Maros jadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh aplikasi Smart Wallet.
Dari data yang dihimpun media ini di group Smart Walet 05 Maros dan Smart Walet 011 dan sejumlah group WhatsApp Smart Walet lainnya,serta beberapa informasi, korban Smart Wallet masyarakat Maros di taksir ribuan orang.Uang masyarakat Maros yang telah di setor (di depo) di aplikasi Smart Walet jumlahnya bervariasi, dan di taksir mencapai hingga milyaran rupiah.
Samad,salah satu warga pucak, Kecamatan Tompobulu yang di temui media juga menjadi salah satu member Smart Wallet,dan menjadi korban dugaan penipuan Smart Wallet.
“Saya menyetor jutaan rupiah bersama istri dan keluarga kami,ke aplikasi smart Wallet dengan dalil uangnya akan bertambah dua kali lipat, ternyata faktanya ketika tgl 23 bulan ini, dia ingin melakukan penarikan WD tak kunjung bisa di dapatkan uang nya kembali lagi” ujar Samad.
“Padahal uang tersebut yang kami setor ke aplikasi smart Wallet,itu hasil keringat kami dapatkan dari penjualan jagung di kebun kami, yang kami setor jumlahnya kalau tidak salah kurang lebih 10 juta rupiah” tambahnya.
Dari pemantauan media,digrup Smart Walet 011 dan smart walet Maros Sulawesi Selatan, para member smart Walet,kembali disuru depo kembali dengan janji uang akan kembali di dapatkan,tapiĀ tidak ada kata beberapa member.
“Faktanya sampai tanggal 27/3/2024 pagi ini,uang para member yang masuk aplikasi smart Walet tidak kunjung keluar alias tertipu kembali ke dua kalinya” ungkap berapa member smart Wallet.
Terpisah Salah satu korban Smart Walet kepada awak media ini Meminta kepada Aparat kepolisian Polda Sulsel dan Polres Maros untuk segera membentuk tim korban smart Walet di kabupaten Maros Sulawesi Selatan,agar supaya kasus ini cepat terbongkar oleh pihak kepolisian.
Dan juga segera memanggil para leader agar supaya otak intelektual pelaku smart walet di Maros yang mengakibatkan ribuan warga Maros jadi korban penipuan Smart Walet bisa terbongkar.
“Kami para member smart Wallet berharap agar otak intelektual yang selama ini menggoda rakyat Maros sehingga bergabung di Smart Walet,dengan iming-iming uang masyarakat bisa di lipat gandakan,agar segera bisa di tangkap,sehingga masyarakat Maros bisa lega uang bisa kembali” harapnya.
Pewarta : Abd.Gafur