Seorang Nenek Keluhkan Sertifikat Rumahnya di Perumahan Ghania Park Tak Kunjung di Berikan Developer

Seorang Nenek Keluhkan Sertifikat Rumahnya di Perumahan Ghania Park Tak Kunjung di Berikan Developer

Maros,Intelijen News – Seorang nenek yang sudah lanjut usia (lansia) mengeluhkan belum diterimanya sertifikat rumah subsidi yang telah dibelinya secara tunai (cash), meski seluruh kewajiban pembayaran telah dilunasi.

Ia mengaku sudah menunggu hingga tujuh bulan lamanya, namun sertifikat kepemilikan rumah tersebut belum juga diserahkan oleh pihak developer.

Lokasi perumahan tersebut berada di Jalan Poros Kariango, Desa Tenringankae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.

Menurut pengakuan nenek yang biasa dipanggil bude tersebut, sejak transaksi pembelian selesai, pihak developer beberapa kali menyampaikan bahwa sertifikat masih dalam proses. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai kapan dokumen tersebut akan diterbitkan dan diserahkan.

“Katanya tiga bulan,namun sampai sekarang tidak ada” ujarnya kepada media pada Senin (27/7/26).

Ia juga mengaku sampai tujuh bulan ini hanya mendapat janji tanpa kepastian.

“Belum tunggu katanya” tambahnya saat diwawancara.

Ia mengaku merasa kecewa karena telah memenuhi seluruh kewajiban sebagai pembeli, sementara haknya untuk memperoleh dokumen kepemilikan belum juga terpenuhi.

Sebagai seorang lansia, ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan agar memiliki kepastian hukum atas rumah yang telah dibelinya.

“Tunggu suratnya,aku kan sudah tua,umurku sudah lanjut ini” harapnya dengan raut wajah yang kecewa.

Keterlambatan penyerahan sertifikat juga menimbulkan kekhawatiran karena dokumen tersebut merupakan bukti kepemilikan yang penting dan dibutuhkan dalam berbagai keperluan administrasi maupun hukum.

Lansia tersebut berharap pihak developer dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai penyebab keterlambatan serta menetapkan waktu yang jelas untuk penyerahan sertifikat, sehingga pembeli tidak terus berada dalam ketidakpastian.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak developer PT.Alghani Berkah Abadi belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut.

Tim redaksi masih berupaya menghubungi pihak developer untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.

Namun sayangnya owner dari developer memblokir nomor WhatsApp pewarta saat dimintai keterangan.

Tim Redaksi Gafur

Tinggalkan Balasan