JENEPONTO, Intelijennews.com – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis teknologi tepat guna di Desa Bontorea, Kabupaten Jeneponto, kini memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 80 persen. Program yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa ini menghadirkan inovasi smart farming berbasis Internet of Things (IoT) dengan dukungan energi tenaga surya sebagai jawaban atas krisis air dan rendahnya produktivitas pertanian lokal.

Teknologi ini memanfaatkan panel surya berkapasitas 550 WP untuk menyuplai pompa celup 350 watt yang digunakan menyiram tanaman cabai kecil milik petani mitra. Air hujan ditampung di kolam penampungan, lalu dialirkan melalui sistem irigasi otomatis berbasis sensor kelembaban tanah. Dengan sistem ini, penyiraman dapat dilakukan secara terjadwal sesuai kebutuhan tanaman, sehingga penggunaan air lebih hemat dan hasil pertanian lebih optimal.
Selain itu, sistem juga dilengkapi weather station yang mampu memantau intensitas cahaya matahari, curah hujan, kecepatan dan arah angin21 September 2025, serta suhu dan kelembaban lingkungan sekitar. Seluruh perangkat sudah terpasang dan berfungsi baik dalam instalasi yang dilakukan pada 20–.
Ketua pelaksana program, Muliaty Yantahin, S.T., M.T., menyampaikan bahwa teknologi ini diharapkan memberi dampak signifikan terhadap kesejahteraan petani.
“Selama ini, petani di Jeneponto masih bergantung pada sistem irigasi konvensional yang kurang efisien. Dengan smart farming tenaga surya, petani bisa lebih mandiri, efisien dalam penggunaan air, dan produktivitas tanaman cabai kecil dapat meningkat,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pelaku bisnis lokal yang melihat peluang besar dari penerapan teknologi ini. Salah satu pengusaha agribisnis di Jeneponto, H. Basri, menilai smart farming berbasis IoT akan memperkuat daya saing produk pertanian daerah.
“Kami sangat menyambut baik program ini. Jika petani semakin produktif, maka rantai pasok cabai kecil akan lebih terjamin. Ini bukan hanya solusi pertanian, tapi juga peluang bisnis yang bisa mengangkat ekonomi masyarakat,” kata H. Basri.
Program ini didanai Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Dikti melalui skema hibah DRTMP. Selain tim dosen, kegiatan juga melibatkan lima mahasiswa dari Program Studi Teknik Komputer, Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, serta Teknik Elektro.

Dengan keberhasilan penerapan smart farming ini, diharapkan Desa Bontorea bisa menjadi model pengembangan pertanian modern di Jeneponto yang berbasis energi terbarukan dan teknologi cerdas, sekaligus mendorong kesejahteraan petani menuju masa depan yang lebih berdaya saing.(Rusdi/red)