Sorotan Masalah Parkiran Pasar di Sulap Menjadi Sumber keuntungan, Dugaan Setoran Oknum Pengurus Pasar Tamanroya Bersitegang Dengan Warga

 

INTELIJEN NEWS, Jeneponto – Kamis, 29/1/2026, Permasalahan lahan parkir di Pasar Tradisional Tamanroya, Kecamatan Tamalate, Kabupaten Jeneponto, semakin memprihatinkan dan menjadi sorotan publik. Dugaan adanya oknum pengurus pasar yang memanfaatkan area parkir untuk kepentingan pribadi dengan menerima setoran harian dari pedagang memicu keresahan masyarakat dan kemacetan berkepanjangan.

Pantauan di lapangan menunjukkan area yang seharusnya difungsikan sebagai lahan parkir justru dipenuhi lapak pedagang. Akibatnya, kendaraan pengunjung pasar terpaksa parkir di badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas tersendat bahkan macet total, terutama pada jam-jam ramai aktivitas pasar.

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar pasar mengaku sudah lama mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka menilai pengelolaan pasar tidak tertib dan cenderung dibiarkan meski sudah sering diprotes.

“Sebenarnya ini bukan masalah baru. Hampir setiap hari macet, tapi seolah tidak ada solusi. Kami menduga ada oknum pengurus pasar yang sengaja membiarkan pedagang berjualan di area parkir karena ada setoran per hari,” ungkap salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Adapun pedagang pasar mengatakan bahwa kepala pasar bakri dg balling akan menambahkan beberapa bangunan yang sengaja di sewakan sedangkan dulu itu lahan parkir ojek

Kondisi ini bahkan kerap memicu permasalahan antara pengurus pasar dengan warga setempat. Adu argumen tak terhindarkan ketika warga menegur pedagang atau pengurus terkait penggunaan lahan parkir yang dinilai merugikan kepentingan umum.

Tokoh masyarakat setempat juga menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait. Menurutnya, pasar tradisional seharusnya menjadi pusat ekonomi rakyat yang tertib dan nyaman, bukan justru menjadi sumber konflik sosial.

“Kami minta pemerintah daerah, dinas pasar, dan aparat terkait segera turun tangan. Jika benar ada praktik setoran, ini harus diusut tuntas. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” tegasnya.

Warga berharap adanya penertiban menyeluruh, penataan ulang area parkir, serta evaluasi terhadap pengelola pasar agar fungsi fasilitas umum dikembalikan sebagaimana mestinya. Transparansi pengelolaan pasar dinilai sangat penting untuk mencegah praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

pihak pengelola Pasar Tradisional Tamanroya belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan setoran harian dan penyalahgunaan area parkir tersebut.

penulis hj.Darni

Tinggalkan Balasan