ACEH BAAT : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan dan Operasional Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS-3R) selama dua hari, 2–3 September 2025, bertempat di Aula Dinas PUPR Aceh Barat.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Barat, Wistha Nowar, mewakili Bupati Aceh Barat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kepala Dinas terkait, Camat Johan Pahlawan, perwakilan GPL, Bank Dolah Recycle, sejumlah Keuchik dari Kecamatan Johan Pahlawan, serta tokoh masyarakat peduli lingkungan.
Narasumber dalam Bimtek ini meliputi Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi; Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat, Bukhari, ST; dan Irwansyah dari Divisi Adipura Pusat.
Dalam sambutannya, Plt Sekda Wistha menegaskan bahwa program Adipura merupakan salah satu dari 100 program unggulan yang telah dicanangkan oleh Bupati Aceh Barat. Ia menyampaikan bahwa berbagai langkah strategis terus digalakkan, termasuk penguatan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dan sinergi antara pemerintah gampong dan kabupaten.
Bimtek ini adalah bukti nyata komitmen kita dalam upaya meraih dan mempertahankan Adipura di masa mendatang,” ujar Wistha.
Ia juga menekankan pentingnya semangat kolektif dan kerja keras lintas sektor. Menurutnya, penilaian akhir Adipura akan dilakukan pada Desember 2025 dan hasilnya diumumkan oleh Pemerintah Pusat pada Februari 2026.
Kami yakin, dengan kondisi saat ini serta kerja keras bersama, target Adipura dapat kita capai,” tambahnya.
Plt Sekda juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kekompakan dan memperkuat kerja tim demi mewujudkan cita-cita bersama menjadikan Aceh Barat sebagai daerah peraih penghargaan Adipura.
Sementara itu, Kepala DLH Aceh Barat, Bukhari, ST, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa keberhasilan program Adipura sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak.
Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya DLH. Mari kita mulai dengan menyediakan tong pemilah sampah di setiap instansi dan lingkungan agar sampah dapat terpilah dan didaur ulang,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemanfaatan sampah organik sebagai pupuk alami di pekarangan rumah, kantor, dan sekolah. Menurutnya, bahan seperti air ikan, kotoran ikan, dan sisa sayuran dapat diolah menjadi pupuk yang lebih sehat dan ekonomis.
Mari kita biasakan mengolah sampah organik sendiri. Ini bukan hanya solusi lingkungan, tapi juga peluang ekonomi keluarga,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat optimis dapat mewujudkan Meulaboh sebagai kota bersih dan bebas sampah menuju penghargaan Adipura.
Tim Intelijennews.