Maluku.Intelijennews.com – Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan pentingnya peran kader Gerakan Pemuda Ansor sebagai kekuatan moral, sosial, dan kebangsaan dalam menjaga persatuan serta merawat keberagaman di Kabupaten Maluku Tenggara.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Inaugurasi dan Diklat SAR Tingkat Dasar VI Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maluku Tenggara masa khidmat 2025–2029.
Dalam sambutannya, Charlos menyampaikan salam hormat dari Bupati Maluku Tenggara yang sedang berada di luar daerah dan mempercayakan dirinya untuk mewakili pemerintah daerah dalam acara tersebut.
“Kalau sama-sama pemuda, harus semua semangat. Tepuk tangan jangan lembek-lembek juga, harus semangat,” ujar Charlos yang disambut tepuk tangan meriah peserta.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus dan kader GP Ansor yang dinilai berhasil menunjukkan semangat kebersamaan serta komitmen menjaga eksistensi organisasi kepemudaan Islam di daerah.
Menurutnya, tema kegiatan “Meneguhkan Nilai Aswaja dan Membentuk Kader Ansor Kabupaten Maluku Tenggara yang Militan” memiliki makna penting di tengah tantangan sosial dan kebangsaan saat ini.
Charlos menegaskan bahwa nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bukan sekadar doktrin keagamaan, tetapi pedoman hidup yang mengajarkan moderasi, toleransi, cinta damai, serta keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Kader yang militan bukan berarti keras dan menggunakan kekerasan, tetapi kader yang teguh pendirian, konsisten dalam pengabdian, serta penuh dedikasi menjaga bangsa dan negara,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kader Ansor harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta menjadi pelopor perubahan sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Charlos mengingatkan bahwa Kabupaten Maluku Tenggara merupakan daerah yang kaya keberagaman budaya dan tradisi sehingga membutuhkan peran aktif organisasi kepemudaan dalam menjaga harmoni sosial.
“Kami berharap kader Ansor menjadi agen perdamaian, agen perubahan sosial, dan agen pemberdayaan masyarakat yang responsif terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjutnya, siap memperkuat kolaborasi dengan GP Ansor sebagai mitra strategis pembangunan daerah demi mewujudkan Maluku Tenggara yang maju, sejahtera, bermartabat, dan hebat.
Di akhir sambutannya, Charlos memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta diklat agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang pembentukan karakter, memperluas wawasan, serta memperkuat persaudaraan antar kader.
“Kalau belum bisa bermanfaat untuk daerah, minimal bermanfaat untuk keluarga dan tetangga di sekitar kita. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberi manfaat bagi orang lain,” pesannya.
Kegiatan kemudian secara resmi dibuka dengan doa dan harapan agar seluruh kader GP Ansor mampu menjadi generasi muda yang kuat secara intelektual, emosional, dan spiritual dalam mengabdi bagi agama, bangsa, dan negara.
JCS