Wunlah Maluku. Intelijennews.com – Pemerintah desa Wunlah, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, kembali jadi sorotan, Setelah bertahun-tahun dana desa mengalir, nyatanya kampung ini masih jalan di tempat, Pemuda Wunlah akhirnya angkat bicara dan menuntut Pemerintah Daerah Kepulauan Tanimbar usut tuntas dugaan penyalahgunaan keuangan desa,Senin/1/7/2026
Melson Masela, tokoh pemuda Wunlah, buka suara mewakili keresahan warga. Menurutnya, diam bukan lagi pilihan ketika janji pembangunan hanya tinggal nama, ucapnya kepada media ini.
“Kami, pemuda Desa Wunlah, sudah terlalu lama diam melihat kampung kami jalan di tempat. Dana desa turun setiap tahun, tapi hasilnya tidak pernah sampai ke tangan masyarakat,” tegas Melson
Bumdes, Kantor Desa, Perahu, Bak Air, Semua Mangkrak Serta Hak Kader PosyanduÂ
Melson merinci sejumlah program yang mangkrak dan tidak dirasakan manfaatnya oleh warga antara lain, Bumdes, Yang katanya jadi tumpuan ekonomi warga, kini cuma jadi wacana di atas kertas. Usaha desa tidak jalan, warga tidak dapat dampaknya,
Kantor Desa Wunlah, Dibangun pakai uang rakyat, hari ini justru “su jadi sarang setan” Bangunan kosong tanpa fungsi, berdiri mati di tengah kampung,
Perahu Nelayan, Janji pemberdayaan untuk kelompok perikanan tidak terbukti. Perahu tidak ada, nelayan tetap berjuang dengan alat seadanya,
Bak Penampung Air,Untuk kelompok pertanian juga bernasib sama mangkrak, Hak-hak kader posyandu, Dana pemuda
“Semua program tinggal nama,” bebernya.
Dana Pemuda Ada, Bola-Net Tidak Ada
Fakta mengejutkan lain diungkap Melson, Sejak 2025-2026, pemuda Wunlah mengaku tidak pernah menerima dana sepeser pun. Padahal setiap tahun ada pos anggaran khusus pemuda di APBDes.
“Kami mau tingkatkan bidang olahraga, tapi tidak ada bola dan net untuk dipakai. Padahal setiap tahun pos anggaran selalu ada. Di mana anggaran itu?” tanya Melson dengan nada kecewa.
Kordinasi Desa-Kecamatan Dinilai Jalan Sendiri
Menurut pengamatan Melson, masalah ini dipicu sikap “tinggi diri” dan tidak adanya saling menghargai antara pimpinan dan bawahan.
“Berdasarkan pengamatan kami, pemerintah desa Wunlah tidak pernah menghargai apa yang disampaikan pemerintah Kecamatan Wuarlabobar. Padahal kecamatan itu perpanjangan tangan pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Tuntut Bupati & Inspektorat Usut Tuntas
Sebagai perwakilan pemuda, Melson meminta tegas kepada Bupati Kepulauan Tanimbar dan Inspektorat Daerah untuk turun tangan.
“Kami minta dengan tegas agar benar-benar menuntaskan dugaan penyalahgunaan keuangan dana desa Wunlah. Masyarakat berhak dapat keadilan. Jangan biarkan pemerintah daerah terkesan diam membisu dan kasus ini mengendap tanpa kejelasan,” tutupnya.
Hingga berita ini dikeluarkan pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi.
JCS