ACEH BARAT : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka anak putus sekolah (ATS) melalui pendekatan pendidikan nonformal. Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah pengaktifan 10 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai solusi nyata bagi anak-anak yang tidak terjangkau oleh pendidikan formal.
PKBM hadir sebagai alternatif pendidikan yang memungkinkan peserta didik memperoleh ijazah setara SD, SMP, dan SMA melalui program Paket A, B, dan C. Program ini memberikan harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya kehilangan akses pendidikan, untuk kembali belajar dan mendapatkan dokumen resmi yang diakui negara.
Mereka yang tidak bersekolah di jalur formal diberi kesempatan melalui jalur nonformal, dan ijazah yang diperoleh setara dengan pendidikan umum,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Dr. Husensah.
Saat ini, 10 PKBM yang aktif di Aceh Barat tengah dipersiapkan untuk memenuhi persyaratan administratif guna memperoleh bantuan pembangunan gedung dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut akan diberikan kepada PKBM yang telah memiliki legalitas lahan, seperti sertifikat tanah, akta hibah, atau akta jual beli.
Dari 10 PKBM yang ada, baru PKBM Meureubo yang telah memenuhi syarat dan mendapat sinyal positif dari pemerintah pusat untuk menerima bantuan pembangunan fisik,” tambah Dr. Husensah.
Selain pembangunan gedung, PKBM juga berpeluang mendapatkan fasilitas pendukung seperti komputer, alat belajar, dan sarana lainnya untuk menunjang proses pembelajaran. Pemerintah telah mengintegrasikan sistem PKBM dengan Dapodik (Data Pokok Pendidikan), sehingga seluruh peserta didik tercatat secara resmi dan dapat mengikuti ujian nasional secara legal.
Program ini juga bersifat inklusif, terbuka bagi anak-anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal sekalipun. Mereka dapat mendaftar di jenjang dasar dan melanjutkan hingga ke jenjang atas sesuai kemampuan dan usia.
Untuk menjangkau lebih banyak ATS, Dinas Pendidikan Aceh Barat telah menginstruksikan seluruh PKBM untuk melakukan pendekatan langsung ke lapangan. Upaya ini mencakup kunjungan ke pesantren nonformal, rumah warga, dan komunitas terpencil, guna memberikan edukasi kepada anak-anak dan orang tua tentang pentingnya pendidikan serta peluang yang tersedia melalui PKBM.
Beragam Faktor Anak Putus Sekolah,berdasarkan data Dinas Pendidikan, terdapat 1.106 anak putus sekolah di Aceh Barat. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kondisi ekonomi yang memaksa anak bekerja, pindah ke pesantren yang tidak menyelenggarakan pendidikan umum, hingga minimnya kesadaran dan dorongan dari orang tua serta kurangnya informasi tentang alternatif pendidikan.
Dengan dukungan program dan fasilitas yang terus diperluas, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap angka ATS dapat ditekan secara signifikan. PKBM diyakini menjadi jembatan emas bagi anak-anak yang kehilangan jalur pendidikan formal untuk kembali meraih masa depan yang lebih cerah.
Melalui PKBM, semua anak punya kesempatan yang sama. Ini bukan sekadar pendidikan, tapi kesempatan kedua untuk masa depan yang lebih baik,” tutup Dr. Husensah.
Tim Intelijennews.