ACEH BARAT : Dalam rangka meningkatkan minat baca dan memperkuat literasi berbasis kearifan lokal, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyelenggarakan Lomba dan Pelatihan Video Konten Literasi 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bappeda Aceh Barat dan diikuti oleh sedikitnya 90 peserta dari berbagai latar belakang, mayoritas generasi muda.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembekalan keterampilan kreatif dalam produksi konten video edukatif yang menyoroti peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan budaya. Para peserta dilatih untuk menciptakan konten yang menarik, mudah dipahami, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Pembekalan ini menjadi ruang strategis bagi anak muda untuk mengasah kreativitas sekaligus menghasilkan konten video yang membangun. Kami ingin perpustakaan dikenal lebih dekat dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” ujar Cut Nila Vaulina, SE, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Barat.
Melalui lomba pembuatan video bertema “Perpustakaan Aceh Barat”, peserta ditantang menyampaikan pesan-pesan literasi secara visual dengan pendekatan yang segar dan relevan bagi generasi digital. Konten-konten yang dihasilkan akan dimanfaatkan sebagai media promosi digital perpustakaan serta sarana edukasi publik mengenai pentingnya budaya literasi dalam kehidupan sehari-hari.
Cut Nila menegaskan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat membaca buku, melainkan ruang interaksi, pembelajaran, dan pertumbuhan bersama. Dengan pendekatan kreatif, literasi dapat dikemas secara lebih menarik dan menginspirasi.
Kami berharap lahir generasi muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga peduli terhadap isu literasi dan mampu memanfaatkan platform digital secara positif dan produktif,” tambahnya.
Antusiasme peserta dari berbagai wilayah Aceh Barat menunjukkan bahwa minat terhadap dunia konten kreatif terus tumbuh, terutama ketika dikaitkan dengan misi sosial dan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen untuk terus mendorong partisipasi generasi muda dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berbasis kearifan lokal.
Tim Intelijennews.