ACEH BARAT : Tokoh Pemuda Woyla dari kawasan Krueng Woyla, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, menggelar musyawarah bersama masyarakat dan tokoh adat guna membahas dampak lingkungan dari aktivitas pengerukan emas oleh PT. Megalanic Garuda Kencana (PT. MGK) di sepanjang aliran sungai Krueng Woyla.
Dalam forum yang berlangsung pada Minggu (24/08), para peserta menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi kerusakan ekosistem sungai, pencemaran air, serta penurunan hasil tangkapan ikan yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Kami khawatir aktivitas pengerukan emas ini akan merusak aliran sungai dan mengganggu ekosistem yang sudah lama menjadi penopang hidup masyarakat Woyla,” ujar Ediman, salah satu tokoh pemuda Sibak.
Musyawarah tersebut menghasilkan sejumlah poin penting, antara lain:
– Mendesak PT. MGK untuk bersikap transparan terkait proses pengolahan emas dan dampak lingkungannya.
– Meminta perusahaan segera melakukan kajian ulang secara terbuka dengan melibatkan masyarakat lokal.
– Menjamin kualitas air sungai tetap aman untuk dikonsumsi dan digunakan oleh warga.
Para tokoh pemuda juga menyerukan agar pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak ekologis dan sosial yang luas.
Keberlanjutan lingkungan harus menjadi prioritas utama. Sungai dan alam ini adalah warisan untuk anak cucu kita. Jangan sampai hanya karena emas, masyarakat harus menanggung kerusakan alam,” tegas Ediman.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Woyla tidak anti terhadap investasi, namun dampak lingkungan yang dirasakan sudah nyata, termasuk abrasi sungai dan hilangnya habitat ikan. Hal ini sangat memengaruhi kehidupan para pencari ikan yang kini kesulitan mendapatkan hasil tangkapan.
Wilayah Krueng Woyla merupakan kawasan strategis nasional sesuai dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2020. Kami meminta kepada Menteri ESDM untuk mengevaluasi aktivitas PT. MGK secara menyeluruh,” tambah Ediman.
Musyawarah ditutup dengan seruan agar seluruh elemen masyarakat tetap bersatu menjaga kelestarian lingkungan, sembari menunggu tanggapan resmi dari pihak pemerintah dan PT. MGK atas tuntutan yang telah disampaikan.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak PT. MGK belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan resmi.
Tim Intelijennews