Ketua TP PKK Aceh Serukan Dukungan Lintas Generasi untuk Ibu Menyusui dalam Webinar “Aceh Peduli ASI”

Ketua TP PKK Aceh Serukan Dukungan Lintas Generasi untuk Ibu Menyusui dalam Webinar “Aceh Peduli ASI”

BANDA ACEH : Dalam rangka memperingati Pekan Menyusui Dunia 2025, Pemerintah Aceh bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kesehatan Primer Kemenkes RI, UNICEF, dan Komunitas Kemenkes RI menyelenggarakan webinar bertajuk Aceh Peduli ASI. Kegiatan yang digelar secara daring ini berhasil menarik perhatian luas, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.500 orang dari seluruh penjuru Indonesia, melampaui target awal sebanyak 1.000 peserta.

Webinar dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Aceh, Ibu Mukarramah, yang juga merupakan istri Wakil Gubernur Aceh. Dalam sambutannya, Mukarramah menekankan pentingnya membangun sistem dukungan berkelanjutan bagi ibu menyusui melalui pendekatan lintas generasi dan multisektoral.

Pemberian ASI eksklusif bukan hanya tugas seorang ibu, melainkan tanggung jawab bersama. Dukungan keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, hingga tokoh agama sangat menentukan keberhasilan menyusui,” ujar Mukarramah.

Ia menambahkan bahwa forum ini tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, kader PKK, dan masyarakat dalam memberikan pendampingan berkesinambungan kepada para ibu menyusui.

Webinar menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, di antaranya pakar kesehatan anak dr. Utami Roesli, S.P.A, FAB, MBA, IBCLC (retired), serta akademisi Sri Wahyuni Sukotjo, MA. Diskusi dipandu oleh dr. Yusra Septivera, Sp.OG, Sub.Sp.KFM sebagai moderator.

Kegiatan ini turut diikuti oleh TP PKK Kota Banda Aceh melalui perwakilan dari 90 gampong, serta sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala UNICEF Perwakilan Aceh, Andi Yoga Tama, dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Munawar, Sp.OG (K).

Ketua Aceh Peduli ASI, dr. Mutia Winanda, M.Gizi, Sp.GK, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemberian ASI eksklusif.

Jumlah pendaftar melampaui ekspektasi. Ini menjadi bukti nyata bahwa literasi tentang ASI semakin diterima luas, baik di Aceh maupun di tingkat nasional,” ungkap dr. Mutia.

Selain membahas aspek medis, webinar juga menyoroti perspektif Islam dalam praktik menyusui. Dalam pemaparannya, dr. Utami menekankan pentingnya kolaborasi antara pelayanan kesehatan dan tokoh agama untuk memperkuat literasi publik secara persuasif dan sesuai dengan nilai-nilai sosial budaya masyarakat Aceh.

Menutup kegiatan, Mukarramah menyampaikan harapannya agar jejaring kemitraan antar-stakeholder semakin kokoh, sehingga Aceh mampu melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui penguatan program ASI eksklusif.

Tim Intellijennews.

Tinggalkan Balasan