Anggota DPR Aceh Fuadri: Razia Plat BL oleh Gubernur Sumut Tidak Tepat dan Berpotensi Memicu Konflik Antarwarga.

Anggota DPR Aceh Fuadri: Razia Plat BL oleh Gubernur Sumut Tidak Tepat dan Berpotensi Memicu Konflik Antarwarga.

INTELIJENNEWS,BANDA ACEH  — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Fuadri, menyampaikan kritik tegas terhadap kebijakan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang melakukan razia terhadap kendaraan berplat nomor BL asal Aceh. Menurut Fuadri, tindakan tersebut tidak tepat secara prosedural dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta konflik antarwarga lintas provinsi.

“Apa yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara itu tindakan yang kurang tepat. Razia terhadap kendaraan plat BL, terutama saat kendaraan sedang melintas dari Aceh ke Sumut, apalagi mobil angkutan barang, sangat tidak bijak,” ujar Fuadri.

Fuadri menegaskan bahwa kendaraan angkutan barang merupakan sarana distribusi kebutuhan masyarakat antarprovinsi. Barang dari Aceh kerap diangkut ke Sumatera Utara dan sebaliknya, sehingga razia terhadap kendaraan tersebut dapat mengganggu kelancaran logistik dan menyakiti perasaan masyarakat Aceh.

“Kebijakan seperti ini seharusnya hanya menyasar kendaraan pribadi atau angkutan lokal milik warga Sumut. Bukan kendaraan lintas provinsi yang menjalankan fungsi ekonomi dan sosial,” tegasnya.

Putra asli Aceh Barat itu juga mengingatkan bahwa tindakan razia yang dinilai berlebihan dapat menimbulkan kesan negatif dan memicu reaksi serupa di Aceh, yang berisiko memperkeruh hubungan antarwilayah.

“Kalau tindakannya tidak wajar, itu bisa menimbulkan kesan negatif. Kejadian sebaliknya bisa terjadi juga di Aceh. Kita tidak menginginkan konflik antarpemerintah daerah maupun antarmasyarakat,” katanya.

Sebagai anggota DPR Aceh dari Partai Amanat Nasional (PAN), Fuadri mendesak Gubernur Sumatera Utara untuk segera mengklarifikasi kebijakan tersebut dan menarik kembali pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik.

“Ucapan itu harus ditarik balik. Kita dengan Sumut ini ibarat keluarga. Hal-hal kecil seperti ini dapat diluruskan baik-baik tanpa kebijakan yang menimbulkan reaksi negatif,” tambahnya.

Fuadri juga mengimbau masyarakat Aceh untuk tetap tenang dan tidak merespons secara emosional di tengah derasnya komentar di media sosial. Ia mendorong komunikasi langsung antar-pemerintah daerah sebagai solusi terbaik.

“Kami menyarankan kepada Bobby untuk mengklarifikasi. Dan kepada warga Aceh, jangan cepat membalas dengan tindakan serupa. Lebih baik Gubernur Aceh berkomunikasi langsung dengan Bobby agar persoalan kecil ini tidak membesar,” tutup Fuadri.

Tim Intelijennews.

Tinggalkan Balasan