
INTELIJENNEWS , NTT – Warga masyarakat Kabupaten Manggarai, khususnya pengguna jalan Labuan Bajo-Batas Kota Ruteng belum lama ini dibuat senang bukan kepalang. Pasalnya, ruas jalan yang sebelumnya rusak parah akan menjadi mulus.
Sayang, ruas jalan yang dikerjakan menggunakan anggaran APBN tahun 2023 dan 2024 senilai Rp125.7 Miliar itu malah kembali rusak. Kerusakan tersebut sudah terlihat dibeberapa titik di kecamatan Langke Rembong, kota Ruteng. Bahkan kini bertambah parah dengan beberapa ruas jalan dengan material aspal yang sudah terlihat pecah dan retak.
Kondisi tersebut pun sempat dikeluhkan warga setempat belum lama ini kepada Gubernur NTT.
“Sempat kami sampaikan ke Bapak Gubernur NTT soal itu.,” kata Yakobus Basa Lewar kepada media ini, selasa, 22 Juni 2925.

Kerusakan tersebut membuat Yakobus turun ke lokasi jalan dan bertemu pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat untuk melakukan konsolidasi membuat surat resmi terbuka ke presiden R.I, Prabowo Subianto.
Hasilnya, masyarakat menyebut kalau mereka sebelumnya sudah memiliki kesepakatan dengan pihak kontraktor dalam hal ini pihak PT. AKAS untuk memperbaiki sejumlah titik yang rusak tersebut.
“Tapi sejauh ini belum terealisasi dengan baik. Bahkan ada titik yang bisa membahayakan warga karena satu rumah ada di dekat badan jalan yang sebelumnya mau dibuatkan talud. Tapi sampai sekarang tidak ada karena menurut tidak ada dalam RAB. Sedangkan untuk jalan yang rusak memang sudah ditambal tapi itu seadanya saja,” katanya.
Dirinya kemudian membeberkan kalau pengerjaan PT Akas tidak ada perbaikan jalan tersebut.
“Mereka hanya buat garis putih saja. Tidak pernah diperbaiki.” Ujarnya
Dirinya pun merasa heran dengan konstruksi jalanan seperti itu. Menurutnya, konstruksi semacam itu baru ia lihat.
Untuk itu dirinya meminta agar pihak kontraktor dapat sesegera mungkin memenuhi janji dan bertanggung jawab atas pengerjaan yang mereka lakukan.
“Saya minta kontraktor harus bertanggung jawab dengan pengerjaannya itu karena pengerjaan jalan itu gunakan anggaran Negara begitu besar dengan harapan bisa dinikmati masyarakat. Kalau seperti ini yang rugi masyarakat sendiri di sana,” ungkapnya.
PPK, Saor Samosir bungkam saat dikonfirmasi
Media intelijennews.com sudah mencoba mengirim pesan konfirmasi ke PPK Saor Samosir, pada selasa, 22 Juni 2025 sekitar pukul 12.20 WITA
Pesan konfirmasi yang dikirim media bertanya terkait segmen wae garit sampai batas kota Ruteng yang sangat rusak parah kepada Saor. Namun Saor tidak sedikitpun merespon pertanyaan tersebut.
Proyek Ruas Jalan Labuan Bajo-Kota Ruteng Amburadul, Kejati NTT Tutup Mata
Bagaimana Duduk Perkaranya?
Publik menaruh curiga pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur. Muncul penafsiran liar kemungkinan terbesar ada relasi PT AKAS dengan pihak Kejaksaan Tinggi NTT.
Proyek pengerjaan dan perbaikan jalan Labuan bajo batas kota Ruteng, Nusa Tenggara Timur, dinilai amburadul. Masyarakat kecewa. Ironisnya, proyek yang dikerjakan hanya satu kontraktor dengan nilai sekitar Rp125.7 miliar itu disebut dalam pendampingan Kejaksaan Tinggi NTT.
Proyek dikerjakan oleh PT Akas. Sesuai kontrak, proyek dikerjakan mulai tahun 2023 hingga tahun 2024. Pendanaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dugaan keterlibatan Kejati NTT pada proyek tersebut menguat setelah melihat kenyataan yang ada di lapangan sekarang ini.
“Kami menduga ada keterlibatan kejati NTT pak. Karena proyek ini sangat amburadul. Tapi aman ama saja” Ujar Herman yang berprofesi sebagai sopir dan merupakan warga asa manggarai
Para pekerja dilaporkan meninggalkan lokasi proyek pada Maret 2025 atau lewat dari target waktu berdasarkan kontrak. Namun, mereka meninggalkan banyak pekerjaan yang belum tuntas. Kualitas pekerjaan pun tak sesuai harapan. Belakangan, berbagai masalah timbul.
Ada upah HOK yang belum dibayarkan hampir miliaran rupiah, serat banyak pekerjaan minor yang tidak dikerjakan.
“Jalan Labuan bajo menuju Ruteng itu om mengerjakan banyak pekerjaan minor, seperti drainase, perbaikan jembatan, deuker dan TPT. Saya yakin ada permainan PPK” Ujar salah seorang warga yang mengaku pernah bekerja dengan PT Akas selama proyek itu berlangsung
Dirinya enggan untuk disebutkan namanya mengingat proyek itu adalah proyek besar yang melibatkan banyak orang besar.
“Takut keamanan kelurga saya terancam saja Pak” Ujarnya
Usman alis