Wunlah Maluku. Intelijennews.com – Kasus dugaan penyalahgunaan keuangan Desa Wunlah, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, belum padam. Setelah pemuda desa angkat bicara, kini sorotan tajam datang dari anak rantau asal Wunlah, Axel Rahanserang,Senin/1/6/2026
Axel menegaskan kasus ini tidak bisa ditoleransi sedikit pun. Baginya, ini bukan sekadar soal anggaran, tapi soal hak dasar masyarakat Wunlah yang selama ini diabaikan.
“Penyalahgunaan keuangan desa Wunlah harus benar-benar dituntaskan, Tidak bisa ditoleransi karena ini soal hak masyarakat,” tegas Axel.
Sebagai anak negeri, Axel merasa terpanggil untuk bersuara meski berada jauh dari kampung, Ia menilai diam berarti membiarkan ketidakadilan terus terjadi.
“Sebagai anak negeri tak harus diam jika hak rakyat saja sudah diabaikan, Sementara negara memberikan bantuan dana yang besar setiap tahun, tapi anggaran itu habis tanpa pertanggungjawaban yang jelas dan diduga penuh rekayasa belaka,” ujarnya.
Program APBDes Mati, Kepentingan Pribadi Jalan
Axel menyoroti nasib sejumlah program yang ditetapkan dalam APBDes Wunlah. Menurutnya, banyak program hanya tertulis rapi di dokumen, tapi nol realisasi di lapangan.
“Sejumlah program pembangunan yang ditetapkan dalam APBDes saja tidak jalan. Bagaimana nasib negeri ini ke depan?” tanyanya.
Ia menyayangkan sikap pemerintah desa yang menurut pengamatannya tidak pernah melirik kebutuhan warga, Yang ada justru mengejar kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.
“Mau sampai kapan jadi penonton sementara pemerintah desa tak pernah melirik? Yang ada hanya melihat kepentingan pribadi, kelompok tertentu,” beber Axel.
Tuntutan Transparansi
Pernyataan Axel menambah tekanan publik kepada Pemda Kepulauan Tanimbar dan Inspektorat untuk membuka hasil audit serta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab jika dugaan terbukti.
Bagi Axel dan warga Wunlah lainnya, dana desa adalah amanah. Amanah itu harus kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan nyata, bukan laporan fiktif.
JCS