Gerakan Hijau Membangun Ekonomi Sirkular, Bank Sampah Induk DLH Aceh Barat Resmi Diluncurkan

 

INTELIJENNEWS, ACEH BARAT : Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) secara resmi meluncurkan Bank Sampah Induk (BSI) DLH sebagai bagian dari komitmen daerah dalam mendorong ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Pelajar,Mahasiswa dan lingkup SKPK, Kegiatan peluncuran berlangsung di halaman Kantor DLH Aceh Barat dan dihadiri oleh seluruh jajaran DLH beserta para petugas kebersihan dari berbagai sektor pelayanan publik.

 

Acara diawali dengan prosesi Peusijuk oleh Teungku Bahtiar sebagai simbol tradisi lokal Aceh, memohon keberkahan dan kesuksesan atas dimulainya operasional Bank Sampah Induk. Momen ini menjadi penanda bahwa BSI DLH diharapkan menjadi simpul edukasi lingkungan dan inspirasi kolektif bagi masyarakat.

 

Kepala DLH Aceh Barat, Bukhari, ST, menyampaikan bahwa kehadiran BSI DLH bukan sekadar wadah penyimpanan sampah anorganik, tetapi merupakan sarana pemberdayaan ekonomi berbasis partisipasi. Sampah yang dikumpulkan dari unit bank sampah desa dan sekolah akan dipilah, ditimbang, serta dimonitor melalui sistem digital milik DLH untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.

 

Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah perlu bergeser dari pola kumpul–angkut–buang menjadi pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). BSI DLH turut mendukung target nasional Kelola Sampah 100% serta menjadi bagian integral dari pelaporan Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah (IKPS) melalui integrasi sistem SIPSN dan SIMBA Kementerian Lingkungan Hidup.

 

Arahan Strategis untuk Pegawai DLH:

– Pemilahan sampah di setiap ruang kerja.

– Pencatatan sampah sebagai tabungan internal melalui buku tabungan sampah.

– ASN dan non-ASN dapat menyetorkan sampah bernilai ekonomi seminggu sekali ke BSI DLH sebagai bentuk partisipasi mandiri.

– Mengkampanyekan kesadaran lingkungan dan menjadi agen perubahan.

 

Bukhari mengajak seluruh elemen DLH untuk bergotong royong dan menjadikan BSI sebagai model berkelanjutan pengelolaan sampah berbasis partisipasi. “Sampah adalah sumber daya yang salah tempat. Maka tugas kita adalah mengembalikannya ke jalur yang tepat.”

 

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bank Sampah Induk DLH Kabupaten Aceh Barat secara resmi mulai dioperasikan dan akan disosialisasikan secara menyeluruh kepada masyarakat.

 

Kabid KKL DLH Aceh Barat, Muslem, M.Si, menyampaikan bahwa berdasarkan data SIPSN, timbulan sampah Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2023 mencapai 101 ton/hari (36.813,72 ton/tahun), dan meningkat menjadi 102,55 ton/hari (37.432,21 ton/tahun) pada tahun 2024. Sampah plastik menempati urutan kedua terbesar dengan potensi ekonomi yang tinggi, sumber sampah dari instansi/perkantoran tercatat sebesar 5,50 ton/hari (2.008 ton/tahun), sebagian besar berupa sampah anorganik (kertas, kardus, kemasan plastik) serta residu.

 

Mekanisme & Standarisasi Bank Sampah Induk, mengacu pada Peraturan Menteri LHK Nomor 14 Tahun 2021, BSI memiliki peran penting dalam pelaporan IKPS melalui:

– Kepemilikan SK dan struktur kepengurusan

– Fasilitas penimbangan digital

– Pengelompokan sampah terpilah

– Ruang pelayanan nasabah

– Buku pencatatan manual/digital

– Gudang penyimpanan

– Sarana pengangkutan sampah BSU dan nasabah

 

Seluruh unit bank sampah (BSU) dari instansi pemerintah, swasta, pendidikan, perusahaan, LSM hingga masyarakat akan dikordinasikan di bawah BSI DLH Kab. Aceh Barat, untuk pengelolaan yang lebih tertata dan terarah. Menuju Aceh Barat Bersih & Mandiri.BSI DLH diharapkan menjadi pusat gerakan GEBRAK (Gerak Bersama untuk Kebersihan) dan penguatan Gerakan Pilah Sampah menuju KODIR (Kota Bersih, Adipura Hadir). Dengan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, Bank Sampah Induk akan menjadi fondasi kokoh menuju Aceh Barat yang bersih, mandiri, dan berdaya secara lingkungan dan ekonomi.

Tim intelijennews

Tinggalkan Balasan