ACEH BARAT : Kabupaten Aceh Barat mencatat inflasi tahunan tertinggi di Provinsi Aceh pada Juli 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di wilayah ini mencapai 3,82 persen, mengungguli empat daerah lainnya yang menjadi acuan penghitungan inflasi di Aceh.
Informasi ini disampaikan dalam Workshop Indikator Strategi bertema Membaca Angka, Menulis Fakta, yang digelar di Meuligo Agam Caffe, Meulaboh, pada Kamis, 28 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, akademisi, dan media.
Selain Aceh Barat, daerah lain yang mencatat inflasi tinggi adalah Kota Lhokseumawe sebesar 3,73 persen, Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 3,59 persen, dan Kabupaten Aceh Tengah sebesar 3,49 persen. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Banda Aceh, yakni hanya 1,97 persen.
Indeks Harga Konsumen (IHK) Meulaboh pada Juli 2025 berada di angka 111,61, dengan laju inflasi bulanan sebesar 0,39 persen. Pelaksana Tugas Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa tingginya inflasi di Meulaboh menunjukkan adanya tekanan harga yang cukup signifikan, terutama dari kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Pergerakan harga beras, bawang merah, daging ayam, ikan, dan bensin menjadi faktor pendorong utama tingginya inflasi di Meulaboh,” ujar Tasdik.
Dengan kondisi ini, BPS Aceh mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kestabilan harga menjelang akhir tahun dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Tim Intelijennews.