Kepala SMKN 6 Makassar Klarifikasi Insiden Viral, Permohonan Maaf Disampaikan dan Perdamaian Dicapai

Kepala SMKN 6 Makassar Klarifikasi Insiden Viral, Permohonan Maaf Disampaikan dan Perdamaian Dicapai

MAKASSAR,Intelijen News – Polemik yang sempat menjadi perhatian publik setelah beredarnya sebuah video di media sosial akhirnya menemui titik penyelesaian.

Kepala SMK Negeri 6 Makassar, Andi Nursyidah Galigo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang sempat muncul akibat peristiwa tersebut.

Saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (29 Juli 2026), Andi Nursyidah menjelaskan bahwa pihak sekolah telah mengambil langkah-langkah penyelesaian secara kekeluargaan dengan mengedepankan komunikasi, pembinaan, serta kepentingan terbaik bagi para peserta didik.

Menurutnya, sekolah segera memanggil orang tua dari kedua siswa yang terlibat untuk duduk bersama, membahas duduk perkara secara terbuka, dan mencari solusi yang tidak merugikan semua pihak.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menghasilkan kesepahaman bersama.

“Kami sudah memanggil orang tua kedua siswa yang bersangkutan, duduk bersama, dan saling memaafkan satu sama lain.

Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang,” ujar Andi Nursyidah.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para orang tua siswa dan pengguna media sosial, atas kegaduhan yang sempat terjadi.

Menurutnya, setiap peristiwa di lingkungan pendidikan hendaknya menjadi bahan evaluasi bersama agar proses pembinaan karakter peserta didik dapat berjalan semakin baik.

Dalam pertemuan tersebut, kedua siswa yang bersangkutan juga menyatakan kesediaannya untuk memperbaiki sikap.

Mereka berkomitmen tidak mengulangi tindakan tidur di ruang kelas yang bukan merupakan kelasnya serta menerima arahan dan pembinaan dari pihak sekolah.

Sebagai bentuk penyelesaian, kedua belah pihak telah membuat pernyataan bersama yang menegaskan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai dan tidak akan diperpanjang lagi.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi penutup atas polemik yang sempat berkembang di ruang publik.

Pihak sekolah menegaskan bahwa pembinaan terhadap siswa akan tetap dilakukan dengan pendekatan edukatif, mengedepankan nilai disiplin, tanggung jawab, serta komunikasi yang baik antara sekolah, peserta didik, dan orang tua.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara sekolah dan keluarga merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Ketika muncul persoalan, penyelesaian melalui dialog, saling menghargai, dan semangat memperbaiki keadaan dinilai menjadi langkah yang lebih konstruktif dibanding memperpanjang perdebatan di ruang publik.

Dengan adanya permohonan maaf dari kepala sekolah, kesepakatan damai bersama orang tua, serta komitmen kedua siswa untuk memperbaiki perilaku, diharapkan seluruh pihak dapat kembali fokus pada tujuan utama pendidikan, yakni menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik.

Penyelesaian secara musyawarah ini diharapkan menjadi contoh bahwa setiap persoalan di dunia pendidikan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik, saling memahami, dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak sebagai peserta didik.

( Tim Redaksi )

Tinggalkan Balasan